Home » Techno » Kominfo Memblokir Bigo Live Karena Kontroversial Di Indonesia

Kominfo Memblokir Bigo Live Karena Kontroversial Di Indonesia



Jakarta – Saat ini, layanan streaming Bigo Live dikabarkan tengah diblokir di Indonesia oleh Kominfo. Aplikasi yang berasal dari Singapura ini memang cukup kontroversial.

Kominfo Memblokir Bigo Live Karena Kontroversial Di Indonesia

Bigo Live sendiri ada di Android dan iOS. Aplikasi milik Bigo Ltd asal Singapura ini memungkinkan penggunanya untuk bisa melakukan siaran langsung atau live streaming dari perangkat smartphone mereka layaknya presenter siaran TV.

Nah, alasan pemblokiran Bigo adalah adanya tayangan tak senonoh di sana. “Bigo masih diblokir karena mengandung konten nudity,” ungkap Menkominfo Rudiantara.

Baca juga : Ketua MUI Kota Cimahi Menolak Video Hot Yang Banyak Muncul di Bigo Live

Kabarnya, maraknya konten pornografi di Bigo Live tak bisa dilepaskan dari konsep mengumpulkan gift dari pengunjung ke channel broadcast pemilik akun yang bisa ditukarkan menjadi uang tunai. Misalnya, minimal penarikan 6.700 diamond akan setara dengan Rp 2 juta.

Startup yang satu ini memang fokus menggarap layanan streaming untuk anak muda. Bigo mengklaim memiliki sekitar 40 paten dalam teknologi video dan VoIP. Selain aplikasi live streaming, mereka juga menawarkan produk telekomunikasi berupa layanan panggilan dan pesan gratis melalui internet.

Bigo diketahui menjalin kerja sama dengan perusahaan video internet asal China bernama YY. YY ini memegang 27,8% saham Bigo dan juga membantu dalam pengembangan layanan VoIP gratis.

Bigo berhasil populer di Asia Tenggara. Khususnya di Singapura, Indonesia, Vietnam, Thailand, Kamboja dan Laos. Selain di Asia Tenggara, Bigo juga ada di Amerika Serikat, Brasil dan Rusia.

Tapi ya itu tadi, konten streaming dari para usernya kadang seronok dan menimbulkan kontroversi di negara-negara yang disambanginya serta di negara asalnya, Singapura. Banyak user wanitanya yang rata-rata masih muda berani buka-bukaan. Sehingga akhirnya otoritas di Indonesia memutuskan untuk memblokirnya.

Terkait pemblokiran itu, pendiri sekaligus CEO Bigo Live David Li mendatangi kantor Menteri Rudiantara untuk meminta pembukaan blokir terhadap layanannya.

Namun Kominfo tak begitu saja mau membuka blokiran. Ada beberapa syarat yang disampaikan olehnya. David Li yang ditemani oleh Steven Chang, Country Manager Bigo Indonesia langsung menyanggupi permintaan itu. (bens – sisidunia.com)