Home » News » Djarot Bertemu Dengan Pengganggu Kampanyenya Dipersidangan Hari Ini

Djarot Bertemu Dengan Pengganggu Kampanyenya Dipersidangan Hari Ini



Jakarta – Calon Wakil Gubernur nomor urut dua DKI Djarot Saiful Hidayat menghadiri sidang perdana terkait kasus pengadangan kampanye yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, tepat pukul 10.00 WIB, Selasa (13/12/2016).

Djarot Bertemu Dengan Pengganggu Kampanyenya Dipersidangan Hari Ini

Djarot yang berstatus pelapor, hadir untuk menyaksikan jalannya persidangan. Djarot langsung menghampiri terdakwa, Naman Sanip (52) ketika sampai di ruang sidang. Ia langsung menyalami sambil tersenyum. Sementara Naman terlihat terkejut karena dihampiri orang yang diadangnya.

Baca juga : Anies Ingin Jadikan Museum di DKI Sebagai Wisata Edukasi

Kemudian mereka terlibat perbincangan singkat di dalam ruang sidang. “Bapak rumahnya dimana?” tanya Djarot.

“Di Puri pak, Di belakangnya,” jawab Naman.

Tak lama kemudian, majelis hakim masuk ke ruang sidang, dan sidang dimulai.

Naman adalah warga Kampung Bugis, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Pria yang berprofesi sebagai penjual bubur ini ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus pengadangan kampanye Djarot pada 9 November 2016.

Sidang kasus penghadangan yang dialami Djarot akan dilangsungkan secara maraton selama tujuh hari sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Naman diduga telah melanggar melanggar Pasal 187 ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Dalam Pasal 187 ayat (4) disebutkan, tiap orang yang menghalangi jalannya kampanye dipidana paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan atau denda paling sedikit Rp 600.000 atau paling banyak Rp 6 juta.

Sebelumnya, Djarot mengaku telah memaafkan seluruh pelaku pengadangannya saat berkampanye. Namun, ia akan tetap melanjutkan proses hukum. Hal itu untuk memberikan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI melimpahkan kasus pengadangan di Kembangan Utara pada 18 November 2016. Perkara itu diserahkan ke Polda Metro Jaya karena Bawaslu menemukan adanya indikasi pelanggaran Pilkada. Kemudian, Polda memanggil Naman dan menetapkannya sebagai tersangka. (bens – sisidunia.com)