sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dituduh Menista Agama, Ahok Buktikan Dirinya Membuat Kebijakan Pro Islam

Dituduh Menista Agama, Ahok Buktikan Dirinya Membuat Kebijakan Pro Islam



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memaparkan sejumlah kebijakannya yang menguntungkan bagi umat Islam dalam nota keberatannya.

Dituduh Menista Agama, Ahok Buktikan Dirinya Membuat Kebijakan Pro Islam

Ahok mengaku sering menyisihkan penghasilannya untuk pembangunan masjid di Belitung Timur sebelum menjadi pejabat.

“Dan kebiasaan ini, tetap saya teruskan saat saya menjabat sebagai anggota DPRD tingkat II Belitung Timur, dan kemudian sebagai Bupati Belitung Timur. Saya sudah menerapkan banyak program membangun masjid, musala dan surau. Bahkan merencanakan membangun pesantren, dengan beberapa kiai dari Jawa Timur,” kata Ahok dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (13/12/2016).

Baca juga : Sidang Ahok : Massa Pro dan Kontra Dipisah Oleh Barracuda Polisi

Ahok menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan agama. Meski tidak beragama Islam, Ahok mengaku selalu membayar zakat, yakni dengan menyisihkan 2,5 persen penghasilan untuk sedekah.

Ahok juga menyerahkan hewan kurban atau bantuan daging untuk Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Di samping itu, setelah menjadi pejabat, Ahok mengeluarkan kebijakan untuk menggaji guru-guru pengajian, dan memberangkatkan haji penjaga masjid/musala (marbut atau muazin) serta penjaga makam.

“Hal-hal yang telah saya lakukan di Belitung Timur, saat menjabat sebagai bupati, saya teruskan ketika tidak menjadi bupati lagi, sampai menjadi anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Bangka Belitung, sebagai wakil gubernur dan juga, sebagai gubernur DKI Jakarta saat ini pun tetap saya lakukan,” ujar Ahok.

Ahok juga mengatakan bahwa ia membuat kebijakan yang memulangkan PNS dan pegawai pada pukul 14.00 saat bulan Ramadhan.

Selain itu, dalam eksepsinya, Ahok menyebut ingin melihat Balai Kota DKI Jakarta memiliki masjid yang megah. Oleh karena itu, ia membangun Masjid Fatahillah di Balai Kota.

Tak hanya di Balai Kota, Ahok juga membangun masjid di setiap rusun yang didirikannya, salah satunya di Rusun Daan Mogot.

Ada masjid seluas 20.000 meter persegi yang disebutnya mampu menampung semua umat Muslim yang tinggal di Rusun Daan Mogot.

Ahok ingin menjadikan masjid tersebut sebagai salah satu masjid raya di Jakarta. Ahok menyatakan, ia akan terus membangun masjid raya di setiap rusun.

Dalam pertemuan-pertemuan dengan tokoh Islam maupun pengurus Dewan Masjid Indonesia di Balai Kota, Ahok mengaku sering menyampaikan kebijakannya untuk membeli lahan di sekitar masjid demi perluasan masjid.

Ahok mengatakan di bawah kepemimpinannya, para marbut dan penjaga makam juga diumrahkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Para PNS juga dijadikan pendamping haji kloter DKI Jakarta.

“Saya berharap bisa melaksanakan amanah orangtua dan orang tua angkat saya untuk melanjutkan tugas saya sebagai gubernur di periode yang akan datang, sehingga cita-cita saya untuk memakmurkan umat Islam di Jakarta dapat terwujud,” kata Ahok.

(bens – sisidunia.com)