sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Temui Pemimpin de facto Myanmar, Menlu RI Minta Myanmar Hormati Dan Lindungi Hak Minoritas Muslim

Temui Pemimpin de facto Myanmar, Menlu RI Minta Myanmar Hormati Dan Lindungi Hak Minoritas Muslim



Jakarta – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, telah bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi yang menjabat menteri luar negeri Myanmar sekaligus konselor negara. Dalam pertemuan itu, Retno meminta pemerintah Myanmar menghormati dan melindungi hak asasi masyarakat di Negara Bagian Rakhine, khususnya minoritas muslim.

Temui Pemimpin de facto Myanmar, Menlu RI Minta Myanmar Hormati Dan Lindungi Hak Minoritas Muslim

“Masalah inklusifitas, di mana semua masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang sama, menjadi kunci dari penyelesaian situasi di Rakhine” kata Retno saat berjumpa Aung San Suu Kyi di Naypyidaw, sebagaimana dilansir kantor Kemenlu RI.

Menanggapi ini, Suu Kyi sependapat dengan Retno atas pentingnya pembangunan yang inklusif di Rakhine. Sejak beberapa pekan lalu, lebih dari 10.000 orang-orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah militer Myanmar melancarkan operasi militer di Rakhine, negara bagian di Myanmar barat yang selama ini menjadi ‘rumah’ bagi orang-orang Rohingya.

Mereka bertutur tentang kisah-kisah mengenaskan, mulai dari perkosaan, pembunuhan, dan pembakaran rumah-rumah, yang oleh pemerintah Myanmar dikatakan sebagai ‘bohong’ dan ‘tak sesuai dengan kenyataan’.

Lembaga pembela HAM, Human Rights Watch mengeluarkan sejumlah foto satelit yang memperlihatkan lebih dari 1.200 rumah diratakan dengan tanah di beberapa kampung tempat tinggal umat Islam Rohingya di Myanmar dalam enam pekan belakangan ini.

Baca juga : Menlu Indonesia : MIKTA Harus Memberikan Kontribusi Nyata Pada Perdamaian Dunia

Atas situasi tersebut, Menlu RI Retno Marsudi “menyampaikan keprihatinan Indonesia kepada State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi terhadap situasi di Rakhine State.”

Dalam kesempatan itu, Retno juga menegaskankan pentingnya keamanan dan stabilitas segera dicapai bagi upaya untuk meneruskan pembangunan yang inklusif di Negara Bagian Rakhine.
(Muspri-sisidunia.com)