Home » Ekonomi & Bisnis » Nikkei 225 Naik Satu Persen Akibat Bursa Saham Asia Melonjak

Nikkei 225 Naik Satu Persen Akibat Bursa Saham Asia Melonjak



Jakarta – Indeks saham acuan Jepang melonjak pada Senin pagi, dipicu melonjaknya harga minyak mentah dunia setelah adanya kesepakatan antara OPEC dan non-OPEC pada akhir pekan lalu.

Nikkei 225 Naik Satu Persen Akibat Bursa Saham Asia Melonjak

DIlansir dari CNBC, Senin 12 Desember 2016, indeks Nikkei 225 melonjak 1,3 persen akibat yen melemah terhadap dolar.

Dari Australia, indeks patokan ASX 200 naik 0,28 persen, didukung oleh sub-indeks energi, yang naik 2,53 persen.
Selandia Baru NZX 50 naik 0,032 persen pada awal perdagangan. Partai yang berkuasa di negara itu mengumumkan Bill English sebagai perdana menteri baru, menyusul pengunduran diri mengejutkan dari John Keys Senin lalu.

Di Korea Selatan, Kospi naik 0,25 persen, Korea Selatan berjuang dengan skandal korupsi yang menyebabkan pemungutan suara parlemen.

Menteri Keuangan Korea Selatan memperingatkan pada hari Minggu bahwa impeachment bisa membebani sentimen ekonomi negara Asia timur ini.

Harga minyak melonjak di perdagangan awal Asia, karena investor bereaksi terhadap berita akhir pekan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia.

Kesepakatan itu adalah yang pertama sejak 2001 di mana mereka akhirnya akan memangkas produksi minyak hingga enam bulan ke depan dan dimulai pada Januari 2017.

“Pertanyaannya apakah perjanjian itu akan dipatuhi,” kata Ric Spooner, Analis Pasar CMC Markets.

Baca juga : Wall Street Mencatat Keuntungan Diakhir November

Pasar saham Asia dibuka menguat setelah indeks Jepang mengalami peningkatan usai pengumuman Trump yang bertemu sejumlah pejabat perusahaan telekomunikasi asal negeri sakura Softbank.

Dilansir dari laman CNBC, pada Rabu 7 Desember 2016, akibat pertemuan tersebut Nikkei 225 Jepang naik 0,55 persen. Dan saham Softbank sendiri melonjak 3,72 persen menjadi di harga Yen 7.216 .

Dalam pertemuan tersebut, presiden terpilih AS Donald Trump mengumumkan bahwa perusahaan asal telekomunikasi Jepang tersebut akan berinvestasi US$50 miliar dan dapat ciptakan 50 ribu lapangan kerja empat tahun ke depan di AS.
(Muspri-sisidunia.com)