Home » News » Janji Anies Ketika Terpilih Jadi Gubernur, Ingin Ubah Sistem Pendidikan di Jakarta

Janji Anies Ketika Terpilih Jadi Gubernur, Ingin Ubah Sistem Pendidikan di Jakarta



Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengubah institusi pendidikan di Jakarta jika terpilih. Perubahan tersebut diyakini bisa berkontribusi mengurangi kemiskinan.

Janji Anies Ketika Terpilih Jadi Gubernur, Ingin Ubah Sistem Pendidikan di Jakarta

Menurut Anies, meskipun sudah tujuh belas kali berganti gubernur, masalah kemiskinan masih menjadi persoalan di Jakarta. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian terhadap masalah pendidikan.

Hal itu terlihat dari tingginya persentase siswa yang tidak lulus sekolah. Anies menyebutkan, sebanyak 35 persen siswa SMA di Jakarta tidak lulus sekolah. Di Kepulauan Seribu saja, ada 65 persen siswa yang tidak lulus. “Ini ibu kota ya, bukan tengah Papua,” kata Anies di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin, 12 Desember 2016.

Anies menambahkan pendidikan akan mengangkat derajat seseorang. Dengan pendidikan yang baik, warga Jakarta bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan sejahtera. Masyarakat yang sejahtera tentu akan menurunkan angka kemiskinan.

Anies mengaku sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan visinya mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. “Saya akan mengubah semua institusi pendidikan menjadi berkualitas, tuntas, dan gratis,” katanya.

Dengan program tersebut, Anies berharap masyarakat kecil dan kelas menengah bisa menikmati pendidikan berkualitas dengan harga murah. Dengan begitu, anak sekolah tak perlu khawatir lagi putus sekolah karena biaya.

Baca juga : Ini 3 Strategi Anies Baswedan Untuk Entaskan Kemiskinan Di Jakarta

Anies juga akan mengubah standar sekolah di Jakarta tidak kalah dengan sekolah di Singapura dan Malaysia. “Uangnya ada, pasti bisa,” kata dia.

Anies mengatakan salah satu tolak ukurnya ialah Yogyakarta. Pemerintah daerah Yogyakarta menyiapkan anggaran Rp 500 ribu per anak per tahun. Sementara di Jakarta, anggaran pendidikan yang disediakan mencapai Rp 6 juta per anak per tahun. “Terus kita masih begini? Enggak bisa.”
(Muspri-sisidunia.com)