Home » News » Belasan Ribu Relawan Siap Kawal Suara Ahok di Tiap TPS

Belasan Ribu Relawan Siap Kawal Suara Ahok di Tiap TPS



Jakarta – “Teman Ahok”, kelompok relawan pendukung calon gubernur DKI nomor pilih dua, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, mengumpulkan relawan untuk memantau tempat pemungutan suara (TPS) jelang Pilkada DKI 2017.

Belasan Ribu Relawan Siap Kawal Suara Ahok di Tiap TPS

Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, mengatakan, sebanyak 13.000 relawan akan disebar ke tiap TPS untuk memantau jalannya penghitungan suara.

Amalia mengatakan, rekrutmen relawan tersebut telah dilakukan sejak November 2016. Adapun relawan itu sebagian berasal dari relawan pengumpul data 1 juta KTP saat Ahok hendak maju melalui jalur independen.

“Kami akan training dan beri tahu jobdesk mereka. Karena pekerjaan di tanggal 15 Februari kami mau bikin lebih terorganisir,” ujar Amali dia Rumah Lembang, Sabtu (10/12/2016).

Di samping itu, relawan itu juga akan ikut memantau serta meminimalisir potensi kecurangan yang terjadi saat pencoblosan maupun penghitungan surat suara.

“Fungsinya nya jadi pemantau TPS, jadi mereka juru kampanye dan bicara. Dan juga punya ambisi meminimalisir proses kecurangan,” ujar Amalia.

Baca juga : Ustad Ahmad Sutrisno Doakan Ahok Yang Akan Jalani Sidang

Disisi lain, Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat, memberi masukan mengenai gaya kampanye modern. Ia menyebut kegiatan bakal calon gubernur yang lari dan gerak jalan bersama warga tidak akan menyampaikan pesan politik apapun terhadap pemilih.

Namun, kampanye sederhana seperti berkendara dengan baik atau tidak membuang sampah sembarangan, dinilai Hasan akan lebih efektif merebut hati pemilih.

“Jangan hanya sekadar koar-koar pilih, dukung, tapi juga ajak untuk berubah jadi warga kota yang baik,” kata Hasan.

Soal data, Hasan juga mengaku memegang data bahwa terdapat hingga 40 persen pemilih yang tidak akan memilih Ahok sampai kapanpun. Di depan para relawan, Hasan pun menyampaikan bahwa jika menang, Ahok hanya akan menang tipis, maksimal 60 persen karena adanya warga yang ia sebut masuk dalam kategori anti-Ahok garis keras.

Pemilih muda, kata Hasan, merupakan pemilih potensial untuk Ahok-Djarot.

“Yang muda bisa digoyang karena enggak punya dendam dengan masa lalu, saya kira mereka masih bisa digoyang dengan peran anak muda. Kalau yang tua sudah kental darahnya,” katanya.
(Muspri-sisidunia.com)