sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Travel & Kuliner » Suara Meriam Mistis Yang Terdapat Di Balik Gunung Subani Yang Indah

Suara Meriam Mistis Yang Terdapat Di Balik Gunung Subani Yang Indah



Banggai – Alam Sulawesi Tengah memang Indah. Namun traveler siap-siap dibuat merinding oleh suara meriam misterius dari balik Gunung Subani, Sulteng.

Suara Meriam Mistis Yang Terdapat Di Balik Gunung Subani Yang Indah

Di sana terdapat cerita mistis dari balik Gunung Subani. Gunung Subani yang cantik bisa kita lihat dari puncak Bukit Lukapakan. Konon akan ada suara meriam Jepang di bulan tertentu.

Baca juga : Pernahkah Mendengar Tentang Seoul Central Masjid ? Yuk Disimak !

“Suara itu akan muncul pada 16 bulan di langit, ” kata Boldhy, pemandu wisata Tempotika Dive Site.

Maksud dari 16 bulan di langit adalah tiap bulan purnama ke-16 akan terdengar suara meriam dari Gunung Subani. Masyarakat lokal percaya bahwa itu adalah suara meriam Jepang yang dulu digunakan saat berperang.

“Tidak ada meriamnya di sana, hanya suara saja,” jelas Odhy.

Gunung Subani merupakan salah satu tempat pertahanan tentara Jepang di Sulawesi Tengah. Kalau turun dari puncak Bukit Lukapan melalui jalur selatan, maka traveler akan melalui sebuah tempat yang disebut dapur.

Tempat ini memang digunakan sebagai dapur umum oleh tentara Jepang. Sehingga mereka yang turun dari Gunung Subani bisa beristirahat di sana.

Namun, tidak sempat berkunjung ke sana dikarenakan tempatnya yang berjarak 45 menit dari Desa Balantak. Namun melalui wawancara oleh warga setempat, dapur hanya diisi oleh satu rak semen yang digunakan sebagai tempat memasak.

Traveler yang ingin berkunjung ke sini harus menempuh jarak sekitar 3 jam dari Kota Luwuk dengan menggunakan mobil atau disebut oto oleh warga setempat. Yuk habiskan long weekend dengan berkunjung ke gunung cantik nan mistis. (bens – sisidunia.com)