sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pencarian Serpihan Pesawat Dan Jenazah Masih Dilakukan, Lima Korban Pesawat Polri Sudah Teridentifikasi

Pencarian Serpihan Pesawat Dan Jenazah Masih Dilakukan, Lima Korban Pesawat Polri Sudah Teridentifikasi



Jakarta – Tim Disaster Victim Identivication (DVI) Polri dan Polda Kepulauan Riau berhasil mengidentifikasi jenazah korban Pesawat Polri M-28 Skytruck P-4201 yang hilang kontak di Perairan Lingga, Sabtu, 3 Desember 2016.

Pencarian Serpihan Pesawat Dan Jenazah Masih Dilakukan, Lima Korban Pesawat Polri Sudah Teridentifikasi

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepri AKBP Erlangga merinci, lima anggota Polri yang berhasil diidentifikasi yaitu, Bripda Eri Dwi, Brigadir Suwarno, AKP Safran, AKP Abdul Munir, dan Bripka Erwin.
Semua jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

“Jenazah akan diserahkan ke keluarga setelah giat operasi SAR pencarian dinyatakan selesai,” ujar Erlangga, Jumat, 9 Desember 2016.

Hingga kini, proses pencarian korban dan bangkai pesawat masih terus dilakukan oleh tim SAR dari TNI, Polri, Basarnas dan bantuan dari nelayan. “Baru kepingan-kepingan pesawat bagian sirip belakang,” ujar Erlangga.

Baca juga : Kondisi Cuaca Saat Pesawat Polri Hilang Kontak Menurut Pendapat Ahli Cuaca

Dilain waktu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Jenderal Tito Karnavian, meninjau operasi pencarian pesawat Skytruck di Pelabuhan Punggur, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis, 8 Desember 2016.

Tito mengatakan, bahwa tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, dan Polri telah mengetahui lokasi pesawat milik Polri itu jatuh. Tim SAR juga telah menemukan bodi dan mesin pesawat di kedalaman 30 meter di bawah permukaan laut perairan Kepulauan Riau.

Operasi pencarian lebih cepat setelah mendapatkan informasi dari nelayan setempat. Mereka mengaku melihat pesawat itu menukik dan mengeluarkan asap sebelum jatuh ke laut.

“Mesin dan sebagian bodi pesawat lain sudah diketahui. Pesawat meledak di dalam laut. Titik koordinat jatuhnya pesawat dapat cepat kita ketahui dari nelayan yang melihat langsung dan kebetulan memiliki GPS (alat penentu lokasi), yang memudahkan SAR dalam pencarian,” kata Tito kepada wartawan.

Pesawat Polri M-28 ini sebelumnya terbang dari Pangkal Pinang menuju Batam Kepulauan Riau, Sabtu, 3 Desember 2016. Pesawat ini membawa 13 orang namun nahas tak pernah sampai tujuan. Diduga pesawat ini mengalami masalah dan meledak di dalam laut. Hingga Kamis, 8 Desember, sudah ada tujuh jenazah ditemukan dan enam lainnya masih dalam pencarian.
(Muspri-sisidunia.com)