Home » Hiburan » Johnny Depp Dianggap Terlalu Mahal Untuk Perfilman di Hollywood

Johnny Depp Dianggap Terlalu Mahal Untuk Perfilman di Hollywood



Los Angeles – Tak lagi diragukan aktingnya, Johnny Depp ternyata dianggap terlalu mahal untuk dunia perfilman di Hollywood. Ini adalah kedua kalinya bagi aktor Pirates of the Caribbean itu menduduki daftar Forbes tersebut.

Johnny Depp Dianggap Terlalu Mahal Untuk Perfilman di Hollywood

Daftar tahunan ini juga memberikan gambaran bahwa kekuatan bintang tidak selalu mampu menghasilkan pundi-pundi uang bagi film di box office. Sejumlah film yang dibintangi Johnny tahun ini memang tampil tak terlalu bagus di box office.

Johnny menduduki tempat teratas daftar itu setelah filmnya, Alice Through Looking Glass, hanya mampu meraup USD300 juta di box office global. Padahal film ini menghabiskan dana USD170 juta. Menurut hitungan Forbes, Johnny hanya mengembalikan USD2,8 juta di box office untuk tiap USD1 yang dia terima sebagai bayaran.

Johnny, 53, yang menjadi salah satu aktor dengan bayaran tertinggi Hollywood berkat film Pirates of the Caribbean juga memiliki masalah pribadi pada 2016. Drama perceraiannya dengan Amber Heard menjadi berita utama ketika pasangan ini saling tuding melakukan kekerasan dalam rumah tanga dan ancaman. Dalam kesepakatan cerai, Johnny membayar USD7 juta kepada Amber.

Tempat kedua daftar ini dihuni Will Smith. Film Concussion yang dibintangi Will pada 2015 lalu hanya menghasilkan USD13 juta dengan biaya produksi USD34juta. Ini kemudian disusul dengan hasil mengecewakan untuk film Focus dan After Earth. Menurut hitungan Forbes, dia hanya mengembalikan USD5 untuk tiap USD1 yang dia terima.

Sementara, George Clooney juga masuk daftar ini setelah membintangi film Hail Caesar, Money Monster dan Tomorrowland yang tidak terlalu menarik penonton layar lebar. Berada di peringkat 5, George diperkirakan hanya mengembalikan USD6,70 tiap USD1 yang dia terima, terutama karena kegagalan Tomorrowland yang menelan biaya USD190 juta. (bens – sisidunia.com)