Home » News » Hari Anti-Korupsi Dunia, Camat dan Kepala Dusun Korupsi Sudah Ditahan

Hari Anti-Korupsi Dunia, Camat dan Kepala Dusun Korupsi Sudah Ditahan



Makassar – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kejati Sulselbar) menahan dua koruptor di hari anti korupsi sedunia, Jumat (9/12/2016). Dua koruptor yang ditahan yakni Camat Mandai, Machmud Osman dan Kepala Dusun Bado-bado, Rasyid di Kabupten Maros.

Hari Anti-Korupsi Dunia, Camat dan Kepala Dusun Korupsi Sudah Ditahan

Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kedua tersangka korupsi perluasan bandara dalam proyek pembebasan lahan senilai Rp 500 Miliar itu kemudian dijebloskan ke dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin mengatakan, kedua tersangka ditahan selama 20 hari ke depan dalam rangka kemudahan penyidikan.

“Sehari sebelumnya, kedua tersangka sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Namun pada hari ini, keduanya akan diperiksa sebagai tersangka. Tapi kedua tersangka tidak didampingi kuasa hukum, maka pemeriksaan akan dijadwalkan kembali. Makanya ditahan dulu kedua tersangka itu,” katanya.

Salahuddin menjelaskan, Camat Mandai berperan dalam pembebasan lahan tersebut dengan menerbitkan beberapa surat tanah yang sesungguhnya tidak boleh diterbitkan setelah Peraturan Pemprov Sulsel dikeluarkan.

Sementara itu, tersangka Kepala Dusun bekerjasama dengan camat menyetujui dan menyediakan sejumlah dokumen.

“Mereka melakukan pelepasan hak, bahwa tanah yang sudah dikeluarkan berdasarkan SK Gubernur Sulsel tidak boleh diahlikan kepada orang lain kecuali kepada Angkasa Pura I. Pengalihan lahan tesebut terjadi pada tahun 2013 yang sesunggung tidak boleh lagi. Penetapan lokasi ditahun 2013 dan pembayaran pada tahun 2015. Jadi camat melakukan penertiban sporadik seragam pada saat menjelang pembebasan lahan,” ujarnya.

Baca juga : Walaupun Belum Ditahan Polisi, Dua Tersangka Korupsi Asian Games Sudah Dicegah ke Luar Negeri

Dalam kasus korupsi perluasan bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, ungkap Salahuddin, Camat Mandai dan Kepala Dusun Bado-bado dijerat pasal pasal 2 dan 3 Jounto 55 tindak pidana korupsi jika tersangkanya lebih dari satu orang karena diduga terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan memiliki dua alat bukti.

Kasus korupsi perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini diduga kuat terjadi markup anggaran hingga Rp 500 miliar. Sehingga, negara dirugikan hingga Rp 300 miliar berdasarkan perhitungan sementara tim penyidik Kejati Sulselbar.
(Muspri-sisidunia.com)