sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Gaya Hidup » Diusia Senja Wanita Ini Masih Bersemangat Jadi Tukang Tambal Ban

Diusia Senja Wanita Ini Masih Bersemangat Jadi Tukang Tambal Ban



Yogyakarta – Mak Darmi, panggilan nenek ini . Berbeda dengan wanita lansia pada umumnya, usianya yang sudah menginjak 88 tahun ini Mak Darmi masih rajin membanting tulang tanpa lelah. Tidak tanggung-tanggung, pekerjaan yang dia tekuni adalah sebagai seorang tukang tambal ban!

Pekerjaan yang sudah puluhan tahun ditekuni oleh Mak Darmi. Awalnya dia membangun usaha bengkel kecil-kecilan miliknya di daerah Berbah, Yogyakarta bersama suaminya sejak tahun 1963. Namun sejak suaminya meninggal, dia terpaksa melanjutkan usaha ini sendirian.Diusia Senja Wanita Ini Masih Bersemangat Jadi Tukang Tambal Ban

Bengkel Mak Darmi ini biasa buka dari pagi hingga sore hari. Dia bekerja di bengkel itu seorang diri saja karena kelima anaknya semua sudah menikah dan beberapa melanjutkan bekerja di luar kota untuk mengubah nasib.

“Kadang-kadang ya dibantu cucu tapi ini cucu saya lagi sekolah. Cucu saya banyak ada belasan, wah sampai lupa ada berapa jumlahnya,” ujar Mak Darmi.

Sebenarnya bisa saja Mak Darmi berhenti jadi tukang tambal ban karena beberapa anak Mak Darmi sering membantu keuangan untuk kebutuhan sehari-harinya. Namun hal itu tak ditinggalkannya, menjadi tukang tambal ban sudah menjadi bagian dari hidupnya ujar Mak Darmi.

“Selama saya masih kuat ya saya lakukan. Eh tapi kalau disuruh nyetandarkan dua sudah nggak kuat ding!” katanya sambil tertawa ceria.

Tangan keriputnya begitu terampil mengeluarkan ban dalam kemudian menambal ban motor pelanggannya yang bocor siang itu.

Mak Darmi juga berkata bahwa kalau tidak bekerja dan hanya diam di rumah saja dia takut malah menjadi sakit-sakitan karena kurang gerak. Memang benar, walau bekerja dari siang hingga sore serta tangan jadi kotor penuh oli namun Mak Darmi mengaku jarang sakit.

Kita sebagai anak muda harus belajar dari sosok Mak Darmi, walau sudah tua masih semangat bekerja. (bens – sisidunia.com)