Home » Gaya Hidup » Ketika Kurang Berhubungan dengan Alam Bikin Sakit. Apa Penyebabnya ?

Ketika Kurang Berhubungan dengan Alam Bikin Sakit. Apa Penyebabnya ?



Jakarta – Menghabiskan waktu dengan berkebun, jalan-jalan sore, atau sekadar menikmati pemandangan alam dibuktikan oleh beragam studi dapat berdampak baik untuk kesehatan mental. Hanya saja dengan pertumbuhan populasi dan modernisasi yang pesat aktivitas menyatu dengan alam ini bisa menjadi sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Ketika Kurang Berhubungan dengan Alam Bikin Sakit. Apa Penyebabnya ?

Dari latar belakang tersebut belakangan muncul sebuah istilah populer nature deficit disorder (NDD), di mana kurangnya interaksi dengan alam disebut berdampak terhadap kesehatan jiwa. Meski hal ini bukan kondisi medis resmi, ahli mengatakan ada kebenaran yang harus diperhatikan.

“Saya rasa ini adalah sebuah gejala dari gaya hidup sekarang,” kata Dr Ross Cameron dari departemen lanskap Sheffield University.

Menurut Cameron istilah NDD secara umum digunakan untuk menggambarkan di mana proses dan pengalaman alamiah perlahan menghilang dari hidup. Dampaknya ketika dikaitkan dengan studi yang sudah ada maka tidak heran hasilnya akan buruk.

“Sebagai mahluk biologis kita secara fisik diciptakan untuk beradaptasi terhadap lingkungan tertentu. Untuk berlari, bermain, berburu, yang pada intinya aktif secara fisik,” kata Cameron seperti dikutip dari BBC, Minggu (4/12/2016).

Baca juga : Heboh, Gadis Cantik Ini Cuek Belanja di Minimarket Tanpa Busana

“Kenyataannya kita cenderung memiliki gaya hidup seperti batu bata di setiap menit. Kita cenderung duduk sepanjang hari, menjadi sangat sedentari,” pungkasnya.

Seperti diketahui gaya hidup sedentari sangat tidak bagus untuk kesehatan tubuh. Berbagai risiko seperti masalah obesitas, diabetes, bahkan hingga masalah kesuburan dapat mengancam.
(Muspri-sisidunia.com)