Home » Gaya Hidup » Ini Tips Membedakan Investasi Berkala pada Reksa Dana dan Unit Link

Ini Tips Membedakan Investasi Berkala pada Reksa Dana dan Unit Link



Jakarta – Berinvestasi pada reksa dana dapat dilakukan secara sekaligus atau dikenal dengan istilah Lump Sum, bisa juga dilakukan dengan menabung bulanan yang dikenal dengan istilah autodebet atau investasi berkala.

Ini Tips Membedakan Investasi Berkala pada Reksa Dana dan Unit Link

Investasi secara berkala ini serupa tapi tidak sama dengan yang ada di unit link asuransi. Apa saja perbedaannya ?

Secara prinsip, reksa dana merupakan produk investasi murni sementara unit link adalah produk gabungan antara investasi dengan asuransi.

Jadi ketika melakukan investasi berkala pada reksa dana pembeli tunduk pada ketentuan hak dan kewajiban yang ada pada reksa dana. Sementara jika dilakukan pada unit link, pembeli tunduk pada ketentuan hak dan kewajiban pada reksa dana dan asuransi.

Salah satu keunggulan unit link adalah adanya proteksi atas risiko, seperti meninggal, kecelakaan, masuk rumah sakit dan terdeteksi penyakit kritis. Meski demikian, harus disadari bahwa yang namanya proteksi itu tidak gratis, sebab ada premi asuransi yang harus dibayarkan.

Untuk memudahkan pembayaran premi, biasanya nilai investasi bulanan yang dibayarkan sudah termasuk porsi untuk investasi dan porsi untuk asuransi. Pada kebanyakan penawaran unit link yang ada, biasanya calon nasabah ditawarkan cukup membayar hingga selama masa tertentu, misalkan 10 atau 15 tahun, namun manfaat asuransi bisa diterima hingga usia 60, 70 tahun, atau bahkan hingga usia 99 tahun.

Baca juga : Emas Antam, Pilihan Investasi Untuk Dana Pendidikan Anak

Komitmen untuk melakukan investasi berkala, misalkan 5 atau 10 tahun, baik di reksa dana ataupun unit link asuransi bukanlah merupakan janji untuk tidak menarik dana selama periode tersebut. Komitmennya hanya berupa janji untuk melakukan investasi baik dengan cara memotong saldo rekening yang ada ditabungannya.

Bedanya, jika di unit link investasi, akan dihitung dahulu, saldo investasi yang ada sudah berkembang menjadi berapa, dikurangi dengan potongan biaya administrasi, akuisisi dan premi asuransi, sisanya yang bisa dicairkan. Sementara di reksa dana, saldo investasi yang ada bisa dicairkan.

Terdapat beberapa reksa dana yang mengenakan biaya pencairan 0.5 – 1 persen untuk pencairan sebelum 1 tahun masa investasi, tapi ada juga yang menggratiskan 6 bulan setelah investasi dilakukan.
(Muspri-sisidunia.com)