Home » News » Pengajar di Pesantren Dilaporkan Menjadi Korban Gempa di Aceh

Pengajar di Pesantren Dilaporkan Menjadi Korban Gempa di Aceh



Biruen – Gempa berkekuatan 6,4 SR yang terjadi di Di Kabupaten Bireuen, Aceh, pukul 05.03 itu merenggut nyawa dan puluhan luka-luka, serta saat ini masih ada yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang roboh.

Pengajar di Pesantren Dilaporkan Menjadi Korban Gempa di Aceh

Diduga masih terdapat puluhan santri atau mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al Aziziyah Samalanga, yang belum ditemukan karena tertimbun reruntuhan gedung tersebut pasca-gempa yang mengguncang kawasan Aceh, Rabu (7/12/2016).

Baca juga : Simak Penjelasan BMKG Terkait Gempa Aceh 7 Desember

Kapolsek Samalanga, AKP Saleh Amri, mengatakan, jumlah korban akibat gempa bumi yang terjadi di kawasan Aceh belum teridentifikasi dengan pasti. Namun, tim penyelamat saat ini fokus pada pencarian korban yang diyakini masih hidup.

“Kami masih di TKP untuk berupaya terus mengevakuasi korban, belum kami ketahui angka pasti korban selain dua orang yang sudah dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan medis,” ucapnya, Rabu (7/12/2016).

Korban meninggal yang sudah diketahui masing-masing Imam Fazhil (26), salah seorang tenaga pengajar di Pesantren Mudi Mesra, sedangkan korban tewas lainnya, yakni Habibah, seorang ibu rumah tangga warga Kecamatan Samalanga.

“Selain kedua korban itu, kami belum berani memastikan karena harus berkoordinasi dengan para pihak untuk mengetahui detailnya, yang pasti kita fokus kepada upaya pencarian korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan,” tambah Saleh.

Selain petugas, relawan dan masyarakat, kapolsek menyebut sejumlah kenderaan ambulans maupun petugas medis disiagakan untuk sewaktu-waktu mengangkut korban. “Selain ke beberapa puskesmas terdekat dengan lokasi gempa, korban yang mengalami luka serius sudah dirujuk ke beberapa rumah sakit di Kabupaten Bireuen, seperti RSUD dr Fauziah, Malahayati dan BMC Bireuen,” tambahnya.

(bens – sisidunia.com)