Home » Ekonomi & Bisnis » Jakarta Timur Mulai Dilirik Investor Ritel Akibat Belum Digarap Secara Maksimal

Jakarta Timur Mulai Dilirik Investor Ritel Akibat Belum Digarap Secara Maksimal



Jakarta – Kawasan komersial di Jakarta Timur dianggap masih belum digarap maksimal walaupun potensi yang ada sangat besar.

Jakarta Timur Mulai Dilirik Investor Ritel Akibat Belum Digarap Secara Maksimal

Hal ini kemudian menjadi salah satu alasan PT Mitra Sindo Sukses, anak usaha PT Modernland Realty Tbk, membangun pusat belanja di Jakarta Garden City (JGC) dengan menggandeng raksasa ritel asal Jepang, AEON Group.

“Kami mengembangkan AEON Mall di Jakarta Timur karena paling ketinggalan dari yang lain padahal potensinya besar,” Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses Sami Miettinen, di Kantor Pemasaran JGC.

Selain AEON Mall, ritel lainnya yang akan menempati lahan di JGC adalah IKEA. Jaringan ritel peralatan rumah tangga asal Swedia tersebut telah membeli lahan seluas 3,7 hektar dan akan memulai konstruksi gerainya pada 2017.

Principal Li Realty Ali Hanafia mengatakan, pasar properti komersial di Jakarta Timur memiliki prospek cukup bagus mengingat pembangunan infrastruktur seperti Jalan Tol JORR-Ancol-Bandara Soekarno Hatta dan juga Jalan Tol JORR Cakung-Tanjung Priok tengah dikebut, terlebih itu menjadi akses langsung ke JGC.

“Selain itu, lahan di Jakarta Timur saat ini masih murah walaupun area komersialnya sendiri perlu waktu tiga sampai lima tahun untuk bisa ramai,” ucap Ali, seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Apalagi untuk IKEA dan Aeon Mall, Ali menganggap nantinya dua area komersial tersebut justru akan banyak mendapatkan pembeli dari luar JGC karena penghuni di dalamnya sendiri masih belum banyak.

Untuk komersial, PT Mitra Sindo Sukses membanderol lahannya seharga Rp 22 juta meter persegi.

Baca juga : Provinsi Jabar Jadi Primadona Realisasi PMA Tertinggi Nasional

Lahan itu masih terbilang murah kendati Ali mengatakan pada kondisi ekonomi saat ini mestinya harga lahan komersial di Jakarta Timur keseluruhan mengalami koreksi dan ideal di angka Rp 17,5 juta per meter persegi.

“Masalah harga tergantung dari ramai atau tidaknya lokasi dan apakah sudah banyak pusat bisnis di sana atau belum. Untuk Jakarta Timur masih murah karena memang kondisinya paling tertinggal dari sisi apapun sehingga pergerakannya cenderung pelan,” jelas Ali.
(Muspri-sisidunia.com)