Home » News » Strategi Bupati Emil Yakinkan Proyek Anjungan Cerdas Indonesia ke Warga

Strategi Bupati Emil Yakinkan Proyek Anjungan Cerdas Indonesia ke Warga



Trenggalek – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak memilih langsung menemui warga Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu yang rumahnya akan direlokasi akibat proyek pembangunan anjungan cerdas Indonesia.

Strategi Bupati Emil Yakinkan Proyek Anjungan Cerdas Indonesia ke Warga

“Sebelumnya Mbah Kari (Sukari) yang berada di Dusun Pring Ombo, Desa Nglinggis ini belum bersedia untuk direlokasi, tapi setelah saya ‘sungkem’ langsung ke sana, Alhamdulillah yang bersangkutan mau,” katanya seperti yang dilansir dari detikcom, Sabtu (3/12/2016).

Emil mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan langsung kepada keluarga kari, terkait program pembangunan anjungan cerdas Indonesia yang telah direncanakan pemerintah pusat. Pihaknya juga memberikan pemahaman tentang pentingnya pembangunan tersebut untuk masyarakat Trenggalek maupun daerah di sekitarnya.

“Saya sebagai kepala daerah lebih senang mendatangi langsung dibanding mereka harus menghadap ke pendapa kabupaten. Mbah Kari ini adalah salah satu sesepuh yang ada di desa tersebut dan layak untuk dihormati,” ujarnya.

Kunjungan langsung tersebut mendapatkan respon positif dari pihak keluarga maupun warga di sekitar lokasi, yang akan terdampak pembangunan. Bahkan keluarga Sukari yang sebelumnya sulit untuk diajak bernegosiasi akhirnya luluh dan besedia menjual rumah dan pekarangannya.

Emil mengaku, selain bisa menuntaskan proses pembebasan lahan, pertemuan dengan warga juga digunakan untuk menyerap berbagai keluhan maupun harapan terhadap rencana proyek anjungan cerdas Indonesia di komplek Bendungan Tugu.

“Dari pembicaraan yang kami lakukan, ternyata keluarga Mbah Kari itu sebetulnya tidak menolak adanya pembangunan, namun pada intinya beliau ingin ikut merasakan dampak dari pembangunan itu sendiri,” jelasnya.

Selain itu, keluarga korban terdampak proyek anjungan cerdas Indonesia tersebut meminta pemerintah daerah membantu dan meringankan beban kelurga dalam proses relokasi, termasuk memberikan suntikan modal untuk membangun usaha baru.

“Yang jelas kami tidak ingin proyek itu gagal hanya karena satu orang, namun kami ingin proyek itu sukses dan warga yang terdampak juga bisa ikut meraskan kesuksannya,” kata Emil.

Baca juga : Pengaduan Pemadaman Listrik PLN Trenggalek

Sementara Camat Tugu Rudijanto mengaku sempat kesulitan membujuk keluarga Mbah Sukari. “Saya sudah berkali-kali datang ke sana, bersama kapolsek maupun jajaran lainnya, namun tetap tidak ada hasil. Tapi Alhamdulillah setelah yang datang pak bupati semuanya lancar,” katanya.

Menurutnya, lokasi rumah milik keluarga Mbah Sukari tepat berada di pintu masuk anjungan cerdas Indonesia, sehingga sangat penting segera dibebaskan. Dengan bersedianya keluarga tersebut, maka seluruh kawasan yang akan terdampak telah dibebaskan oleh pemerintah kabupaten.

Anjungan cerdas Indonesia merupakan program pembangunan “Rest Area” terintregrasi dari Kementerian Pekerjaan Umum. Rencananya proyek tersebut akan dibangun di dua lokasi, yakni sekitar lokasi Bendungan Tugu, di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek serta di Jembrana, Bali.

Proyek percontohan ini terinspirasi dari rest area modern, Michi no Eki di Jepang. Sejumlah fasilitas menarik akan disediakan, mulai dari tempat istirahat, tempat makan, pusat informasi, gerai traveler, amphi teater serta gerai produk lokal unggulan. Diperkirakan proyek tersebut akan menelan dana dari APBN sekitar Rp 70 miliar.
(Muspri-sisidunia.com)