Home » Ekonomi & Bisnis » Rekening Koperasi Bodong CSI Dibekukan, Para Nasabah Protes Nasib Dana Simpanan

Rekening Koperasi Bodong CSI Dibekukan, Para Nasabah Protes Nasib Dana Simpanan



Bandung – Sejumlah anggota Koperasi Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI) asal Jawa Barat mengadu ke Perhimpunan Perlindungan Konsumen Nasional (PPKN) terkait kejelasan nasib dana simpanan mereka. Hal itu menyusul informasi pembekuan rekening Koperasi CSI.

Rekening Koperasi Bodong CSI Dibekukan, Para Nasabah Protes Nasib Dana Simpanan

Perwakilan yang mengadu berasal yaitu asal Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Garut. Mereka diterima langsung oleh Ketua PPKN di Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talaga Bodas, Jumat (2/12/2016).

Tidak tampak manajemen Koperasi CSI dalam pertemuan itu. Salah seorang pewakilan anggota CSI asal Kabupaten Cirebon, Windu menuturkan pengaduan ini dilakukan atas dasar kekhawatiran pihaknya mengenai nasib dana simpanan. Rekening CSI sudah dibekukan sejak tanggal 28 November lalu.

“Aduan kami bukan karena dirugikan oleh CSI. Tapi ada kekhawatiran dana kami tidak kembali, setelah ada kabar pembekuan rekening lembaga (CSI) oleh OJK,” kata Windu di lokasi.

Ia menjelaskan kabar yang beredar di internal anggota, pemblokiran rekening tersebut dikarenakan OJK menganggap CSI menjalankan praktik investasi ilegal. Padahal selama ini, lanjut dia, pihaknya sebagai anggota tidak pernah dirugikan oleh manajemen CSI.

“Selama ini selalu lancar dan tepat waktu (pembagian profit). Setahu kami CSI ini punya legalitas hukum, bukan ilegal. Kami juga mempertanyakan kenapa tiba-tiba ada pemblokiran tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ucap pria yang sudah bergabung CSI tiga tahun ini.

“Kami mohon ke PPKN untuk bisa menjembatani kejelasan dana kami. Karena kami tidak tahu harus menanyakan ke siapa. Managemen CSI juga belum bisa memberi kejelasan,” menambahkan.

Anggota lainnya, Yudi Suryadi mengaku cukup kaget dengan kabar pembekuan rekening CSI tersebut. Sebab, sambung dia, selama ini investasi yang dikelola oleh CSI berjalan dengan lancar tanpa adanya penyimpangan, bahkan menguntungkan bagi anggotanya.

Baca juga : Nasabah Menolak Kembalikan Uang Salah Transfer Sebesar Rp 500 Juta

“Selama ini aman-aman saja dan menguntungkan bagi kami. Tiba-tiba ada kabar investasi ilegal, agak aneh juga. Kami jadi was-was dengan nasib simpanan kami,” kata dia.

Menurutnya, dengan pembekuan ini akan banyak orang yang menjadi korban apabila sampai uang simpanan itu tidak kembali. Sepengetahuannya ada sekitar belasan ribu anggota (konsumen) CSI yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Setau saya sudah ada sekitar 16.000 orang menjadi anggota CSI. Kalau ini terus berlarut-larut mereka semua juga nanti akan khawatir dengan dana simpanannya,” ungkap dia.
(Muspri-sisidunia.com)