sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Sebelum Ditangkap Polisi, Ahmad Dhani Berkicau Di Twitter

Sebelum Ditangkap Polisi, Ahmad Dhani Berkicau Di Twitter



Jakarta – Musisi, sekaligus calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani ikut ditangkap Polda Metro Jaya, jelang aksi damai Bela Islam III, Jumat 2 Desember 2016.

Sebelum Ditangkap Polisi, Ahmad Dhani Berkicau Di Twitter

Dhani dan sejumlah tokoh lainnya, seperti Ratna Sarumpaet, Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zien, Brigjend (Purn) TNI Adityawarman Thaha, Jamran, Hatta Taliwang, Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri digiring ke Mako Brimob, Kepala Dua, Depok pada Jumat dinihari di tempat yang berbeda.

Sebelum ditangkap, suami Mulan Jameela itu sempat berkicau di media sosial Twitter. Dalam kicauannya, dia menyebut ada polisi yang sempat mencarinya, saat dia menginap di hotel Sari Pan Pacific.

“Malam ini di depan kamar di hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya,” tulis Ahmad Dhani.

Tak hanya itu, Dhani juga menyebut polisi tersebut mau mendobrak pintu kamarnya. Dari foto yang beredar di Media Sosial, Dhani yang menggunakan kaus berwarna hitam digiring oleh beberapa orang yang diduga anggota Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI memang menggelar jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 1 Desember 2016.

Baca juga : Mulan Jameela dan Amien Rais Turut Dipanggil Polisi Terkait Dugaan Kasus Dhani

Selain Rachmawati, hadir juga musisi Ahmad Dhani, dan Lily Wahid dalam keterangan pers ini. Gerakan Selamatkan NKRI ini berencana untuk meminta dilaksanakan Sidang Istimewa oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Dalam keterangan persnya, Rachmawati Ia pun memastikan tidak akan mengikuti aksi doa dan salat Jumat berjamaah di kawasan Monumen Nasional (Monas). Meski begitu, dia tetap mendukung aksi mengawal kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama itu.
(Muspri-sisidunia.com)