Home » Hiburan » Berita Film : Pertumpahan Darah Berujung Romantisme Dalam Headshot

Berita Film : Pertumpahan Darah Berujung Romantisme Dalam Headshot



Jakarta – Anak-anak itu memperebutkan sebotol air minum, mereka rela membantai temannya di usia yang sangat dini. Terkurung di dalam sumur kering, menyisakan dua anak laki-laki.

Berita Film : Pertumpahan Darah Berujung Romantisme Dalam Headshot

Pemenang selalu satu, akhirnya diangkat dan dibesarkan oleh seorang pria misterius bernama Lee (Sunny Pang). Kelak dewasa, ternyata tak hanya anak laki-laki bernama Ishmael ini saja, namun Lee juga mengangkat sejumlah anak berbakat lainnya.

Seiring bertambahnya usia, Ishmael (Iko Uwais) yang beranjak dewasa sadar dia berada di bawah komplotan kriminal yang esktrem. Segala pertumpahan darah, pembantaian, penangkapan pernah dia saksikan. Tak sanggup, tak rela, Ishmael pun kabur.

Film yang digarap oleh Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel ini mengisahkan banyaknya pembunuh yang mengintai kematian Ishmael. Dia pun diselamatkan oleh dokter cantik, Ailin (Chelsea Islan).

Karena Ishmael, Ailin pun ikut tersangkut kasus ini dan dicari-cari oleh komplotan kriminal tersebut. Tak tinggal diam, selain karena jatuh hati, Ishmael merasa berhutang budi dengan Ailin. Dia ingin menyelamatkan wanita yang dicintainya tersebut.

Headshot jadi film perdana yang memamerkan aksi memukau Chelsea Islan memegang dan menarik pelatuk senapan. Sebagai Ailin, dia harus berusaha menyelematkan Ishmael, sanggupkah Ailin?

Film yang diproduksi oleh Screenplay Infinite Films ini menghadirkan adegan yang emosional dan juga romantis. Durasi yang cukup lama memamerkan aksi laga Ishmael, Lee, dan juga Rika (Julie Estelle). Duel Ishmael dan Lee jadi adegan utama yang paling ditunggu.

Baca juga : Chelsea Islan Menguras Energi Saat Berakting Dalam “Headshot”

Penampilan Julie Estelle pun cukup memukau. Ia beraksi laga di tepi pantai yang cukup sulit karena harus melawan alam.

Film yang akan tayang 8 Desember 2016 ini penuh dengan adegan tembakan sehingga menjadi tantangan bagi kedua sutradara tersebut. Mereka harus menciptakan ketegangan sedramatis mungkin dengan bumbu romantisme agar terlihat lebih realistis.
(Muspri-sisidunia.com)