sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Isu Provokatif Atas Nama Bela Islam Bermunculan, Panglima TNI Imbau Masyarakat Waspadai Fatwa Ustaz Online

Isu Provokatif Atas Nama Bela Islam Bermunculan, Panglima TNI Imbau Masyarakat Waspadai Fatwa Ustaz Online



Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyoroti banyaknya informasi provokatif yang mengatasnamakan bela Islam. Terlebih, informasi tersebut mudah ditemui di media sosial.

Isu Provokatif Atas Nama Bela Islam Bermunculan, Panglima TNI Imbau Masyarakat Waspadai Fatwa Ustaz Online

Salah satu yang menjadi keprihatinan jenderal bintang empat itu adalah banyaknya oknum-oknum yang berubah menjadi ahli agama yang bermunculan di media sosial. Gatot menyebut mereka hanya bermodalkan pengetahuan dari internet, namun mudah menyampaikan fatwa. Dirinya mengimbau agar masyarakat tak serta merta menerima informasi tanpa menyaringnya.

“Ada ulama-ulama online, enggak usah belajar ilmu agama. Tinggal punya HP, tinggal buka,” kata Gatot saat memberikan kuliah umum di UIN Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Hal tersebut kata Gatot sangat berbahaya. Pasalnya generasi muda saat ini begitu lekat dengan ponsel pintarnya sehingga begitu mudah menerima informasi dari media sosial.

Gatot berpesan, jika ingin selamat dunia dan akhirat, hendaknya mengikuti Al-Quran. Gatot pun menuturkan kutipan Al-Quran Surat Al-Hijr ayat 9.

Baca juga : Panglima TNI Ungkap Ketegasannya Menjaga Bhineka Tunggal Ika di Indonesia

“Banyak yang bilang di medsos kita lindungi Al-Quran. Lindungi Al-Quran? Allah telah mengatakan dalam Al-Quran, ‘Dan sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Quran, kami yang menjaga Al-Quran.’ Jadi kalau ingin berlindung, ikuti Al-Quran,” jelas Gatot.

Selain dari ustaz online, dirinya juga menyoroti provokasi di internet yang dilakukan dari pihak-pihak di negara luar. Tujuan mereka disebut untuk memecah belah persatuan di Indonesia.

“Saya sampaikan ke Menkominfo, langsung diblokir. Jadi tangan asing sudah mulai bermain,” tutup Gatot.
(Muspri-sisidunia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*