sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Ahok Ingin Masalahnya Cepat Selesai Agar Bisa Melayani Warga DKI Lagi

Ahok Ingin Masalahnya Cepat Selesai Agar Bisa Melayani Warga DKI Lagi



Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tuntas mengikuti proses pelimpahan tahap kedua perkara dugaan penistaan agama. Penyidik Bareskrim Polri sudah menyerahkan tersangka dan barang bukti ke pihak Kejaksaan Agung untuk proses lanjutan tahap penuntutan.

Ahok Ingin Masalahnya Cepat Selesai Agar Bisa Melayani Warga DKI Lagi

Ahok keluar dari Gedung JAM Tindak Pidana Umum Kejagung, Jalan Hasanuddin Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.13 WIB, Kamis (1/12/2016). Dalam pelimpahan tahap kedua ini, ikut pula Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri Kombes Ferdy Sambo.

Ahok berharap proses cepat selesai. Dia sebelumnya menyatakan siap menjalani proses persidangan. Namun ditegaskan Ahok, dirinya tidak pernah berniat melakukan penistaan agama.

“Proses tadi semua selesai. Saya sampaikan mohon doa agar proses bisa berjalan adil dan terbuka,” kata Ahok di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).

Harapan Ahok lainnya adalah agar proses berjalan cepat. Dia ingin punya banyak waktu untuk melayani warga.

“Dan saya bisa cepat selesai dari permasalahan sehingga bisa memakai waktu saya untuk melayani warga Jakarta lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Baca juga : Majalah TIME Soroti Pemeriksaan Ahok Sebagai Tersangka Penistaan Agama

Ahok pagi ini diantar penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri ke Kejagung. Berkas perkara dan Ahok sebagai tersangka sudah rampung diserahkan ke Kejagung.

Ahok menjadi tersangka dengan sangkaan pidana dengan Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 156 a KUHP. Dia diduga menistakan agama karena menyebut surat Al-Maidah ayat 51 saat bertemu warga di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.
(Muspri-sisidunia.com)