sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Ekonomi & Bisnis » Sri Mulyani Kejar Target 95 Persen Wajib Pajak Ikut “Tax Amnesty”

Sri Mulyani Kejar Target 95 Persen Wajib Pajak Ikut “Tax Amnesty”



Bandung – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, membidik sejumlah sektor untuk memenuhi target Presiden Joko Widodo dalam program pengampunan pajak (tax amnesty) tahap dua.

Sri Mulyani Kejar Target 95 Persen Wajib Pajak Ikut "Tax Amnesty"

Sri Mulyani berupaya untuk mengejar 95 persen wajib pajak lainnya agar ikut dalam program pengampunan pajak atau tax amnesty.

“Bidikan kita di sektor konstruksi, real estate, pertambangan, minerba,” kata Sri Mulyani seusai mengisi Kuliah Umum bertajuk ‘Kenali Anggaran Negeri’ di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Dipatiukur, Kota Bandung, Selasa (29/11/2016).

Menkeu mengatakan, bidikan lainnya untuk memenuhi target Presiden adalah profesi-profesi seperti direktur, komisaris dari perusahaan BUMN dan real estate.

“Kami juga membidik mereka-mereka yang diharapkan memiliki partisipasi. Karena dalam hal kepatuhan masih bisa ditingkatkan,” jelasnya.

Sri Mulyani optimistis partisipasi wajib pajak dalam program tax amnesty meningkat pada bulan Desember 2016 mendatang.

“Terutama dikaitkan dengan bulan Desember yang cukup pendek karena banyak sekali hari libur. Jadi kita mengharapkan dengan berbagai macam sosialisasi kepada kelompok-kelompok profesi, pelaku-pelaku ekonomi potensial, mereka akan mengikuti tax amnesty pada minggu pertama, kedua dan ketiga pada bulan desember ini,” kata dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengungkapkan ada sebagian wajib pajak yang menilai program pengampunan pajak atau tax amnesty sebagai perangkap.

Baca juga : Tax Amnesty Diprediksi Picu Penguatan Rupiah

“Saya ingin sampaikan pesan secara hati-hati, soalnya ada pemikiran ikut tax amnesty akan masuk perangkap,” ujar perempuan yang kerap disapa Ani itu di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

“Saya ingin mengatakan bahwa ikut amnesti itu adalah kesempatan hak dalam rangka kepatuhan pembayaran pajak,” lanjut Ani.
(Muspri-sisidunia.com)