sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Selain Divonis Seumur Hidup, Kekayaan Brigjen Teddy Juga Dirampas

Selain Divonis Seumur Hidup, Kekayaan Brigjen Teddy Juga Dirampas



Jakarta – Terdakwa Brigjen Teddy Hernayadi divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Militer II Jakarta. Tak hanya itu, semua aset kekayaan yang dimilikinya juga diambil untuk menutupi kerugian negara.

Selain Divonis Seumur Hidup, Kekayaan Brigjen Teddy Juga Dirampas

Majelis hakim yang diketuai Brigjen Deddy Suryanto membuka sidang tersebut untuk umum. Selain Brigjen Teddy, sidang juga dihadiri orditur Brigjen TNI, Rachmad Suhartoyo, kuasa hukum terdakwa Letkol CHK Martin Ginting, dan panitera pengganti Arief Rachman.

Baca juga : Sri Mulyani Akan Tindak Tegas Aparat Pajak Yang Terindikasi Korupsi

“Menimbang kerugian negara atas perbuatannya, menetapkan kepada panitera menyita aset yang dimiliki,” ujar Brigjen Deddy dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi II, Jalan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/11/2016).

Dalam dakwaannya, odirtur militer tinggi meminta majelis hakim untuk merampas aset milik terdakwa. Selain merampas, barang bukti yang disita dalam perkara ini juga dimusnahkan.

Berikut aset Brigjen Teddy yang diminta dirampas:

1. Mobil Toyota Prado
2. Mobil Toyota Camry
3. Dua buah jetsky yamaha
4. Motor Ducati Monster
5. Sepeda motor Honda CBR 250 CC
6. Satu bidang tanah di Kebon Sirih, Menteng
7. Satu bidang town house di Pasir Kaliki, Bandung.
8. Satu bidang tanah seluas 8000 meter persegi di Soreang
9. Uang USD 74.400 pengembalian pinjaman.
10. Uang 1 miliar rupiah
11. Angsuran pengembalian 5 miliar
12. Angsuran pengembalian PT Emas

Diketahui, Kasus korupsi yang dilakukan Brigjen Teddy terjadi kurun 2010-2014 saat berdinas di Kementerian Pertahanan. APBN yang masuk ke Kemhan mampir dulu ke kantongnya, puluhan miliar rupiah di antaranya kandas. (bens – sisidunia.com)