sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Aksi 212 Dianggap Doa Bersama, Presiden Tegaskan Bukan Demonstrasi

Aksi 212 Dianggap Doa Bersama, Presiden Tegaskan Bukan Demonstrasi



Jakarta – Presiden Joko Widodo tak sepakat aksi 2 Desember disebut demonstrasi. Ia meminta seluruh masyarakat tak salah memahami Aksi Bela Islam Jilid III.

Aksi 212 Dianggap Doa Bersama, Presiden Tegaskan Bukan Demonstrasi

“Tidak ada demo. Siapa bilang ada demo? Jangan ini (salah artikan). Doa bersama. Bukan demo!” kata Jokowi usai menjadi pembina upacara HUT ke-45 Korpri di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Jokowi mengatakan, aksi lanjutan dalam menuntut proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama, akan diisi doa bersama. Doa akan dilakukan sebelum dan sesudah ibadah wajib.

“Baik sebelum Jumatan maupun setelah Jumatan,” ujar Presiden ke-7 RI ini.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu GNPF-MUI. Dua pihak bersepakat aksi dilaksanakan dengan menggelar sajadah di Monas. Menurut Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab, mereka akan menggelar doa bersama, salat Jumat, dan mendengar tausiyah.

Semua kegiatan dilaksanakan di Monas. Rizieq mengaku belajar dari aksi 4 November. Saat itu, kata dia, terjadi penumpukan massa sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Rizieq juga meminta Polisi menindak pihak-pihak yang membuat kerusuhan pada aktivitas demokrasi yang dikenal dengan sebutan Aksi 212 itu. GNPF-MUI juga menegaskan tak akan bertanggung jawab atas kejadian di luar kesepakatan bersama Polri.

Pihak Kepolisian juga sepakat bahwa anggota dari GNPF-MUI hanya yang berada didalam wilayah Monas saja, diluar itu dianggap bukan anggota GNPF-MUI.

“Itu (demo di luar Monas) sudah disepakati bukan agenda dari GNPF,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen pol Boy Rafli Amar usai rapat pengamanan aksi 2 Desember di Mapolda Metro Jaya, Senin 28 November 2016 malam.

Baca juga : Habib Rizieq Setuju Demo 2 Desember Diarahkan Ke Monas

Kalaupun nantinya ditemukan ada unjuk rasa di luar kawasan Monas, polisi bakal berkoordinasi dengan massa aksi. Jika mereka satu agenda dengan GNPF-MUI, polisi bakal mengarahkan massa bergabung ke Monas.

“Prinsipnya kami persuasif. Kalau ada (demonstrasi) di luar Monas, protap pengamanan unjuk rasa itu berlaku. Kami akan lihat apakah ini bagian dari zikir akbar atau punya agenda sendiri,” jelas Boy.
(Muspri-sisidunia.com)