sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tingginya Kasus Kekerasan Seksual di Sumsel

Tingginya Kasus Kekerasan Seksual di Sumsel



PalembangTingginya Kasus Kekerasan Seksual  di Sumsel

 

Ketua Komnas PA Indonesia Arist Merdeka Sirait mengatakan, Sumsel termasuk kategori kawasan garis merah. Serta, masuk dalam sepuluh besar kawasan garis merah di seluruh Indonesia.

Baca juga : Sarana Medsos Jangan Digunakan Untuk Provokasi dan Penghasutan

“Sudah masuk garis merah karena kecenderungan kekerasan seksual meningkat dibandingkan kasus kriminal lainnya. Beberapa provinsi tertinggi di antaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sumatera Utara, dan Sumsel sendiri,” ucap Arist kepada Liputan6.com, Minggu (27/11/2016).

Bahkan dari survei yang dilakukan Komnas PA Indonesia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar, Palembang, ada lebih dari 200 pasien merupakan anak-anak di usia 10-14 Tahun. Di mana, pasien tersebut mengalami kondisi depresi dan stres karena menjadi korban kekerasan seksual dan tidak pernah terekspos oleh media massa.

Kondisi seperti ini, sangat berbeda dengan era krisis moneter di tahun 1998. Tindakan kekerasan seksual saat itu terjadi karena ada gejolak negara. Namun di tahun ini, tindakan kekerasan seksual terhadap anak terjadi karena pengaruh besar dari teknologi.

“Gerombolan pemerkosa dulu berkeliaran saat negara dalam keadaan kacau. Sekarang negara tidak kacau, tapi gerombolan pemerkosa semakin banyak karena teknologi. Kita sebut ini adalah Tsunami Teknologi. Pengaruh lainnya, yaitu kemiskinan yang semakin memperparah,” Arist membeberkan.

(bens – sisidunia.com)