sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Setelah Berdiskusi Dengan Para Pelaku UMKM, Agus Menilai Lelang Konsolidasi Sebabkan Pelaku UMKM Terpinggirkan

Setelah Berdiskusi Dengan Para Pelaku UMKM, Agus Menilai Lelang Konsolidasi Sebabkan Pelaku UMKM Terpinggirkan



Jakarta – Berbicara program terkait pembangunan ekonomi dan investasi, calon gubernur DKI Agus Yudhoyono menyebut lelang konsolidasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat pelaku industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kian terpinggirkan.

Setelah Berdiskusi Dengan Para Pelaku UMKM, Agus Menilai Lelang Konsolidasi Sebabkan Pelaku UMKM Terpinggirkan

Hal itu ia sampaikan dalam pidato politik tentang pembangunan ekonomi, investasi dan rumah rakyat di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Menurut Agus, lelang konsolidasi dengan nilai proyek miliaran rupiah menyulitkan pelaku UMKM dengan modal usaha kecil.

“Saya berdialog dengan sejumlah pelaku dunia usaha di antaranya pengurus dan anggota Kadin DKI Jakarta. Saya diberitahu bahwa 90 persen anggota Kadin DKI adalah pengusaha UMKM. Sebagian dari mereka menggantungkan usahanya dari proyek-proyek pemerintah daerah. Saat ini, mereka sedang mengalami kesulitan, karena Pemda DKI memberlakukan lelang konsolidasi,” ujar Agus, Minggu (27/11/2016).

“Contoh kecil lelang pengadaan alat tulis kantor atau ATK senilai Rp 100 hingga 200 juta di tiap unit dalam sebuah instansi, dikonsolidasi atau digabungkan menjadi lelang ATK untuk semua instansi. Sehingga, nilai proyeknya melonjak tajam menjadi miliaran rupiah,” sambung cagub nomor urut 1 itu.

Adanya lelang konsolidasi tersebut, membuat para pelaku UMKM terpinggirkan dalam mengembangkan usaha. Padahal Agus menilai, jumlah pelaku industri UMKM adalah yang terbanyak di Jakarta.

Jika demikian, hal itu dapat membuat pelaku UMKM berkurang pendapatan yang akan berdampak pada tingginya angka pengangguran.

“Apa akibatnya jika para pengusaha UMKM ini tidak mendapatkan peluang usaha yang baik? Tentu saja, tiadanya pekerjaan mengakibatkan berkurangnya pendapatan. Sehingga bukan tidak mungkin, pelan tapi pasti, angka pengangguran akan melonjak tajam,” sebut Agus.

Baca juga : Program BLS Agus-Sylvi, Mulai Rp 5 Juta Per Keluarga Miskin hingga Rp 1 Miliar Per RW

Agus mengatakan akan meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku UMKM melalui cara-cara yang dapat melibatkan partisipasi aktif mereka.

“Tapi saya yakin kita bisa menemukan cara-cara untuk meningkatkan partisipasi para pengusaha kecil dan menengah dalam membantu merealisasikan APBD DKI bagi kesejahteraan bersama. Pada saat yang sama, saya yakin, para pengusaha, memiliki komitmen tinggi dalam transparansi dan good corporate governance,” terangnya.
(Muspri-sisidunia.com)