sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Sempat Pisah Dengan Suami, Wanita Ini Tega Menyiksa Anaknya Hingga Tewas

Sempat Pisah Dengan Suami, Wanita Ini Tega Menyiksa Anaknya Hingga Tewas



Palembang – Brayn Aditya Fadhillah, seorang anak berusia empat tahun disiksa oleh ibu kandungnya hingga korban tewas.

Sempat Pisah Dengan Suami, Wanita Ini Tega Menyiksa Anaknya Hingga Tewas

Korban meregang nyawa di rumahnya di Jalan Lubuk Bakung, Lorong Sahaja, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, dengan ditemukan sejumlah luka lebam di tubuhnya.

Syamsudin (53), kakek korban mengatakan, pada mayat Brain ditemukan banyak luka dan lebam yang sudah menghitam.

“Brain ini tinggal sama kedua orangtuanya, Saubani, sedangkan istrinya, Siska itu keponakan saya. Dia ini anak semata wayang, memang kedua orangtuanya ini sempat pisah,” kata dia.

Tersangka, Siska Nopriana (23) ditahan kepolisian setempat. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede, Senin (28/11/2016), mengatakan, tersangka akan menjalani tes kejiwaan karena telah tega membunuh putra kandungnya sendiri.

“Tes ini untuk memahami profil dari tersangka, bukan untuk mengetahui apakah ada gangguan jiwa atau tidak karena sejauh ini S dipastikan tidak terganggu karena mampu menjawab pertanyaan petugas dengan gamblang dan sistematis,” kata dia.

Sejauh ini, tersangka telah menjalani sejumlah pemeriksaan oleh tim penyidik Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang serta sempat berdialog dengan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait, Sabtu (26/11/2016).

Baca juga : Bocah 4 Tahun Tewas Akibat Disiksa Oleh Ibu Kandungnya

Tersangka akan dijerat dengan pasal 44 ayat 3 UU RI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT atau Pasal 80 ayat 4 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan ditambah sepertiga hukuman menjadi 20 tahun penjara.
(Muspri-sisidunia.com)