sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Sarana Medsos Jangan Digunakan Untuk Provokasi dan Penghasutan

Sarana Medsos Jangan Digunakan Untuk Provokasi dan Penghasutan



Jakarta – Penggunaan media sosial (medsos) harus disikapi dengan bijak disaat pesatnya pertumbuhan teknologi. Dikabarkan sebelumnya, ada seseorang yang dihujat karena menghina KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dan ada pula yang ditangkap polisi karena menyebarkan informasi sesat tentang isu rush money.

Sarana Medsos Jangan Digunakan Untuk Provokasi dan Penghasutan

Berbagai pihak berkali-kali menyampaikan agar masyarakat Indonesia pada khususnya lebih cerdas menyikapi berkembangnya kabar di media sosial.

Baca juga : Polisi Tembak Penjambret Saat melancarkan Aksinya

Dirangkum detikcom, Senin (28/11/2016), imbauan serta seruan agar menggunakan media sosial dengan bijak terus digencarkan. Masyarakat diharapkan dapat memilah-milah informasi dengan cerdas dan tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum jelas valid atau tidaknya.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menyampaikan agar tata krama sebagai bangsa Indonesia tetap dijaga di dunia maya. Jokowi menyampaikannya dalam rangka peringatan Hari Guru agar para pengajar turut berperan dalam etika berinternet.

“Dalam sebulan terakhir kalau dibuka di medsos, apa yang ada di situ saling hujat. Ini bukan nilai Indonesia,” ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan hal itu di hadapan para guru di acara Peringatan Hari Guru yang diadakan PGRI di Sentul, Bogor, Minggu (27/11/2016). Jokowi mengatakan guru memiliki peran sental dalam mendidik murid untuk tetap mengedepankan sopan santun ketika menggunakan media sosial.

“Ini tugas bapak ibu guru untuk memberi tahu. Bapak ibu guru punya peran sentral. Agar diberi tahu etika berinternet. Sopan santun dalam menyampaikan sesuatu di medsos. Saya titip agar anak-anak kita diajak bermedsos yang santun,” ujar Jokowi.

Apabila menggunakan medsos secara sembarangan, bisa-bisa berurusan dengan pihak berwajib. Contoh nyatanya di kasus penyebaran isu rush money.

Pelaku penyebaran isu rush money, AR alias Abu Uwais (31) kini harus berhadapan dengan hukum. Guru SMK ini sudah dijadikan tersangka karena diduga menyebarkan hasutan untuk menarik uang secara bersama-sama dari bank (rush money).

“Dengan adanya penangkapan ini penting diingatkan, ini perbuatan tidak patut ditiru, jangan melakukan hal ini lagi. Di mana pun Anda berada, pasti ketahuan, karena enggak terlalu lama akan terdeteksi,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar, Sabtu (26/11/2016).

Polri telah mewanti-wanti masyarakat agar tidak menggunakan medsos sebagai sarana provokasi atau penghasutan dan tindak pidana lainnya. Bila masih ada yang tetap nekat, proses hukum menanti.

“Dalam transaksi medsos itu kan tindakan hukum, dilindungi, diatur, sehingga kalau ada pelanggaran ada sanksi hukum. Menggunakan medsos itu enggak bisa semaunya, ada aturan hukum,” ujar Boy.

(bens – sisidunia.com)