sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Proses Hukum Ahok Sedang Berjalan, Kapolri Minta Bangsa Indonesia Tidak Terpecah Belah

Proses Hukum Ahok Sedang Berjalan, Kapolri Minta Bangsa Indonesia Tidak Terpecah Belah



Tasikmalaya – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan perpecahan di tubuh bangsa hanya akan menguntungkan negara tetangga. Pernyataan itu dilontarkan sebagai respons atas terbelahnya masyarakat dalam menanggapi kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Proses Hukum Ahok Sedang Berjalan, Kapolri Minta Bangsa Indonesia Tidak Terpecah Belah

Dalam kunjungannya ke Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Selasa, (22/11), Tito ingin memperkuat silahturahim dengan unsur Kepolisian, TNI, Pemda dan ulama setempat. Menurutnya, kebersamaan antara unsur Polri, TNI, Pemda dan ulama merupakan fondasi NKRI.

“Kebersamaan antara TNI, Polri, ulama dan masyarakat harus dikuatkan dalam menjaga NKRI. Kalau bangsa kita terpecah karena itu, di era saat ini maka yang untung negara-negara tetangga,” katanya.

Ia mengingatkan perseteruan dalam tubuh bangsa malah akan melahirkan keterpurukan dan kemiskinan. Ia pun meminta masyarakat tenang karena proses hukum terhadap Ahok tengah dijalankan.

“Kita ribut sendiri di dalam negara malah masyarakat terpuruk, pembangunan tidak jalan. Nanti yang tepuk tangan negara lain tetangga kita. Kalau kita lemah mereka senang, kalau kita kuat mereka takut,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka dan proses hukum terhadap Ahok kini sedang berjalan. Berkas kasus Ahok yang sebelumnya masih dikumpulkan oleh pihak kepolisian kini sudah diserahkan kepada pihak kejaksaan dan masih dalam penelitian oleh pihak kejaksaan.

Baca juga : Polisi Terima Laporan Upaya Makar pada Demo 2511 Dan 212

Sejak kasus Ahok mencuat ke publik, berbagai macam isu SARA pun mulai beredar dikalangan masyarakat. Tak hanya itu, bahkan terdengar juga tentang adanya aksi demo lanjutan jilid III yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember mendatang. Pihak kepolisian pun mendengar bahwa demo lanjutan jilid III juga mengandung unsur MAKAR.

Oleh karena itu, pihak pemerintah bekerjasama dengan kepolisian serta para tokoh masyarakat agar isu SARA dapat diredam. Selain itu juga diharapkan isu akan terjadinya MAKAR tidak akan terjadi pada aksi demo jilid III sehingga kerukunan masyarakat yang sudah terjadi selama ini tidak terpecah belah.
(Muspri-sisidunia.com)