sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Berhasil Meringkus Dua Pria Pelaku Penipuan Blokir Kartu Kredit

Polisi Berhasil Meringkus Dua Pria Pelaku Penipuan Blokir Kartu Kredit



Jakarta – Dua pria asal Ternate diringkus Aparat Subdit Resmob Direskrimum Polda Metro Jaya. Setelah diperiksa, ia melakukan penipuan dengan modus blokir kartu kredit BCA.

Polisi Berhasil Meringkus Dua Pria  Pelaku Penipuan Kartu Kredit

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Bidi Hermanto mengatakan, tersangka dua orang yakni berinisial EP alias E dan seorang sales marketing kredit berinisial A yang masuk daftar pecarian orang (DPO).

Baca juga : Polisi Berhasil Mengamankan Kurir Sabu Dan Pil Ekstasi

EP diketahui mengacak calon korban secara random data nasabah kartu kredit yang dibeli dari A untuk dijadikan target penipuannya, dan ditemukanlah nasabah bernama Hartono Rekso Kartono yang beralamat di Tebet Raya, Jakarta Selatan.

“Kemudian EP menelpon ke Halo BCA yang mengaku sebagai HRK untuk memblokir kartu kreditnya dengan alasan kartu kreditnya hilang dan dia meminta untuk mengirimkan ulang kartu kredit ke alamat HRK,” ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (27/11/2016).

Pada Senin 21 November 2016, kurir BCA datang ke rumah Hartono membawa sebuah surat dan kartu kreditnya yang baru. Melihat petugas BCA datang, EP langsung mencegatnya mengaku sebagai saudaranya dan meminta kartu kreditnya itu dititipkan padanya.

“Setelah kartu itu dipegang olehnya, kemudian pelaku kembali menelpon Halo BCA lagi untuk menanyakan nomor telefon yang terdaftar di Halo BCA yang mana karena pelaku mengaku lupa saking ke banyak nomor telefon,” katanya.

‎Setelah mendapatkan nomor, pelaku langsung meminta kepada M dan IW untuk membuatkan KTP palsu dan membuat kartu sim di Grapari. Setelah semua jadi, tersangka mengaktifkan kartu kredit itu dengan kartu sim baru dan mendapatkan SMS aktivasi kartu kredit itu dapat digunakan.

“Akhirnya korban ini menyadari bahwa ada yang menyalahgunakan identitasnya. Kemudian korban melaporkan hal itu setelah berhasil dilacak pelaku kita amankan di kawasan Jakarta Selatan,” tandasnya.

Diketahui, Polisi masih memburu pelaku berinisial M yang membuat identitas palsu. Keduanya terancam Pasal 363 dan 263 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman sembilan tahun penjara. (bens – sisidunia.com)