sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dipatok Rp 2,5 Juta, Tiket Bertemu Ahok Laris Manis

Dipatok Rp 2,5 Juta, Tiket Bertemu Ahok Laris Manis



Jakarta – Pasangan petahana Basuki T Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sore ini hadir dalam acara jamuan makan berbayar dengan para pendukungnya di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/11). Acara tersebut merupakan salah satu cara tim kampanye Ahok-Djarot menggalang dana kampanye.

Dipatok Rp 2,5 Juta, Tiket Bertemu Ahok Laris Manis

Pada acara ini masing-masing peserta harus membeli tiket seharga Rp 2,5 juta. Sementara untuk bisa satu meja dengan Ahok atau Djarot setiap kursinya berharga Rp 5 juta.

Informasi yang dihimpun merdeka.com dalam acara tersebut Ahok satu meja dengan 9 pendukung atas nama Hana Grup. Sementara Djarot satu meja pendukung perseorangan.

Tak hanya itu, Ahok-Djarot pun berkeliling meja untuk foto bersama. Mereka juga tampak bernyanyi bersama yang diiringi alunan piano.

“Jumlah keseluruhan yang datang pada hari ini ada 160 orang,” kata panitia acara dari kelompok relawan Badja Dharma, Marayuna Anwar Nasution di Hotel Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/11).

Tak hanya makan bersama, Ahok-Djarot pun berkampanye dan menyampaikan pidatonya. Ahok pun membuka pidatonya dengan menceritakan latar belakang kampanye berbayar yang dilakukan oleh dirinya.

Gubernur non-aktif itu mengatakan konsep kampanye ini terinspirasi dari model kampanye yang digunakan Barack Obama saat bertarung dalam Pemilihan Presiden tahun 2008. Kata Ahok, Obama menerapkan sistem tiket masuk bagi pendukung yang ingin datang ke kampanyenya kala itu.

Ahok juga bercerita sempat datang diundang menghadiri kampanye Obama di salah satu kota di Amerika Serikat. Saat itu sempat ada salah satu politisi Partai Demokrat (partai asal Obama) yang meremehkan dirinya tak bisa melakukan hal serupa di Indonesia.

“Dia bilang kamu jangan bermimpi mengadakan yang seperti ini di negaramu,” ucap Ahok.

Kini Mantan Bupati Belitung Timur, mengaku puas akhirnya bisa menerapkan kampanye seperti yang pernah dilakukan Obama di Indonesia. Kampanye berbayar yang diterapkan Ahok kali ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan selama masa kampanye Pilgub DKI 2017. (Hendy – sisidunia.com)