sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Diduga Perencana Pengeboman Gedung DPR Dan Kedutaan Myanmar, Dua Orang Ini Ditangkap Polisi

Diduga Perencana Pengeboman Gedung DPR Dan Kedutaan Myanmar, Dua Orang Ini Ditangkap Polisi



Jakarta – Polisi menangkap dua orang terduga kasus terorisme yang merencanakan mengebom markas polisi, gedung DPR dan juga sejumlah kantor kedutaan besar negara asing di Indonesia.

Diduga Perencana Pengeboman Gedung DPR Dan Kedutaan Myanmar, Dua Orang Ini Ditangkap Polisi

Penangkapan dua orang terduga pelaku terorisme ini merupakan pengembangan dari kasus penangkapan satu orang anggota kelompok militan di Majalengka.
Polisi mengatakan mereka merupakan bagian dari pendukung kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau ISIS.

“Mereka merencanakan serangan bom terhadap gedung DPR, markas polisi, dan kedutaan besar Myanmar dan sejumlah stasiun televisi,” jelas juru bicara mabes Polri Kombes Rikwanto kepada AFP.

Rencana pengeboman kantor Kedutaan Besar Myanmar ini dipicu oleh kemarahan sejumlah warga Indonesia dan Muslim di negara lain akibat perlakuan negara ini terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine Myanmar.

Pada Rabu lalu, Densus 88 Mabes Polri menangkap tersangka pembuat bom Rio Priatna Wibowo di Majalengka dan juga menyita sejeumlah barang bukti seperti bahan peledak dengan kekuatan besar. Penahanannya ini yang kemudian mengarahkan pada penangkapan dua terduga pelaku terorisme lainnya di daerah yang berbeda, jelas Rikwanto.

Baca juga : Khawatir ISIS Ancam Negara RI, Banyak Gerakan Mereka yang Belum Terdeteksi

Dia menambahkan Bahrain Agam ditangkap pada Sabtu lalu dengan tuduhan penyediaan bahan peledak. Sementara Saiful Bahri ditahan pada Minggu di Serang Banten dengan tuduhan membantu Rio membuat laboratorium. Polisi mengatakan tiga orang ini merupakan anggota Jemaah Ansar Daulah, yang telah bersumpah setia pada ISIS.
(Muspri-sisidunia.com)