sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Techno » Diduga Jadi Target Incaran Hacker, Akun CEO Twitter Sempat Diblokir

Diduga Jadi Target Incaran Hacker, Akun CEO Twitter Sempat Diblokir



Jakarta – Akun Twitter CEO dan Co-Founder Twitter, Jack Dorsey sempat tidak bisa diakses selama beberapa waktu tadi malam.

Diduga Jadi Target Incaran Hacker, Akun CEO Twitter Sempat Diblokir

Akun @jack milik Dorsey tampaknya diblokir sekitar pukul 9 malam Waktu Timur AS (ET) dan kembali dapat digunakan sekitar 15 menit kemudian. Tidak diketahui apa alasan pemblokiran ini.

Selama ini, Twitter memerlukan waktu lama untuk memblokir orang-orang yang menggunakan Twitter untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) atau mengganggu pengguna lain. Namun, biasanya, media sosial dengan logo burung biru ini bisa memblokir akun yang mengunggah foto atau video tidak senonoh dengan cepat.

The Verge memperkirakan, akun Dorsey sedang menjadi target peretasan. Karena itu, Twitter memblokir akun Dorsey sebelum ia digunakan untuk mengunggah post memalukan. Setelah Twitter berhasil mengambil alih kendali akun Twitter Dorsey, akun tersebut dipulihkan.

Menurut laporan CNET, setelah akun Dorsey pulih, jumlah pengikutnya jauh berkurang. Awalnya, terdapat sekitar 4 juta orang mengikuti akun Dorsey. Setelah akun itu diblokir dan dipulihkan, pengikutnya berkurang menjadi 145 orang.

Tahun ini adalah tahun yang sulit bagi Twitter. Pada awalnya, sempat beredar rumor yang menyebutkan bahwa ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk membeli media sosial yang sedang kesulitan untuk menumbuhkan pengguna ini, seperti Google, Salesforce dan Disney. Namun, pada akhirnya, tidak ada yang mau membeli Twitter.

Baca juga : Twitter Hapus Akun-akun Penyebar Kebencian dan Provokasi

Saat mengumumkan laporan keuangannya pada akhir bulan Oktober lalu, Twitter menyebutkan bahwa keuntungan yang mereka dapat lebih baik yang diperkiran. Namun, hal ini tidak menghentikan Twitter untuk merumahkan ratusan karyawannya.

Selain itu, meski Twitter berusaha untuk tetap netral, hingga mereka menolak iklan dari Donald Trump bulan lalu, netralitas Twitter tetap dipertanyakan oleh masyarakat. CEO Salesforce bahkan menyebutkan, kemenangan Trump adalah berkat Twitter.
(Muspri-sisidunia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*