sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mendikbud : UN Kini Tak Lagi Menentukan Kelulusan

Mendikbud : UN Kini Tak Lagi Menentukan Kelulusan



Jakarta – Penyelenggaraan ujian nasional direncanakan untuk dihentikan sementara pada 2017. Namun, penerapan rencana itu masih menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo.

Mendikbud : UN Kini Tak Lagi Menentukan Kelulusan

“Saya mengajukannya ke Presiden karena nanti perlu ada inpres,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kamis (24/11), di Jakarta.

Menurut dia, moratorium ujian nasional (UN) dilakukan untuk memenuhi putusan Mahkamah Agung pada 2009. Putusan ini memperkuat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 2007.

Menurut Muhadjir, UN kini tak lagi menentukan kelulusan, tetapi lebih berfungsi untuk memetakan kondisi pendidikan. Hasilnya, baru 30 persen sekolah memenuhi standar nasional.

“Evaluasi nasional nanti diserahkan kepada pemerintah daerah. Kita mau mengembalikan evaluasi sebagai hak dan wewenang guru, baik secara pribadi maupun kolektif. Negara cukup mengawasinya,” ucap Muhadjir.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti mengapresiasi langkah pemerintah. “Hal itu menunjukkan pemerintah patuh pada putusan pengadilan dan menghargai hukum,” ujar Retno.

Pakar evaluasi Elin Driana mengingatkan pemerintah supaya perubahan UN tidak dilakukan secara mendadak. Perlu ada sosialisasi terlebih dahulu.

Baca juga : Memperingati Hari Guru, Plt Gubernur DKI Keluarkan Gerakan “Ayo Hormati Guru”

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR Sutan Adil Hendra mengusulkan agar anggaran Ujian Nasional (UN) 2017 yang rencananya akan dimoratorium, dialihkan untuk tunjangan profesi guru dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.

Menurut dia, dua hal itu sangat penting untuk pendidikan Indonesia saat ini. Ia mengatakan, saat ini kesejahteraan guru, terutama di daerah-daerah terpencil masih minim.

“Padahal guru menjadi ujung tombak dalam mendidik siswa supaya menjadi manusia yang terdidik,” kata Sutan, saat dihubungi, Jumat (25/11/2016).
(Muspri-sisidunia.com)