sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Travel & Kuliner » Selain Karang, Kapal Perang Karam Juga Menjadi Spot Diving di Bali

Selain Karang, Kapal Perang Karam Juga Menjadi Spot Diving di Bali



Tulamben – Liburan ke Bali kurang lengkap jika tanpa diving. Di Tambulen tak hanya disambut dengan karang, tapi juga kapal perang dunia yang telah karam.

Selain Karang, Kapal Perang Karam Juga Menjadi Spot Diving di Bali

Tulamben merupakan daerah di Karangasem yang berada di Timur Pulau Bali. Perjalanannya memakan waktu sekitar 3 jam dari Kuta ke Tulamben. detikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke sana pada Sabtu (19/11/2016) pekan lalu.

Baca juga : Tinggal Di Homestay Tapi Berasa Seperti Tinggal Di Dalam Candi Borobudur. Gimana Ceritanya ?

Tempat ini sangat disarankan bagi para pecinta diving. Bukan hanya kecantikan karang yang akan menyambut, tapi ada juga Kapal U.S.A.T Liberty yang karam di situ.

Kapal U.S.A.T Liberty atau biasa disebut Kapal Liberty merupakan kapal perang dunia kedua yang datang ke Indonesia. Kapal ini berjenis kargo yang mengangkut hasil bumi dari Indonesia.

Bumphead yang bisa traveler lihat saat pagi hariBumphead yang bisa traveler lihat saat penyelaman pagi hari (bonauli/detikTravel)
Sejarah mengatakan bahwa Liberty merupakan kapal milik AS yang datang untuk memata-matai kekuatan Jepang di Indonesia. Karena curiga, saat Liberty merapat ke Tanjung Tulamben kapal langsung di tembak oleh Jepang. Seluruh kru kapal ditahan oleh tentara Jepang.

“Menurut kakek saya mereka ditembak dengan torpedo, kemudian kapalnya diseret ke pantai untuk diambil isinya, yaitu karet, tepung terigu dan minyak kayu putih” Ujar Manager Staff Mimpi Resort Tulamben, Kadek Sunu.

Meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 membuat kapal ini terseret oleh lahar masuk ke dalam laut. Saat ini Liberty berada di kedalaman 10-28 meter. Badan kapal pun telah terbelah karena faktor alam. Kapal Liberty memiliki ukuran 28 x 128 m.

Bentuk kapal ini pertama kali digambar oleh fotografer asal Australia bernama Joe’s wrecksite pada tahun 1993. Tapi menyelam di sekitar kapal baru dipopulerkan oleh orang Indonesia yang bernama Wali Siagian.

“Saya lupa tahun berapa tapi dia orang pertama Indonesia yang memperkenalkan tempat ini, waktu itu bawa turis asing. Sehabis dia baru banyak yang datang ke sini,” kata Kadek.

Black Clown Fish di sekitar kapalBlack Clown Fish di sekitar kapal (dok Kemenko Maritim)
Tempat ini sendiri sudah diresmikan sebagai dive site pada tahun 1978. Namun belum ada penelitian tentang Kapal Liberty. Biasanya turis hanya datang untuk diving saja.

Saat ini bentuk Kapal Liberty sudah patah beberapa bagian. Hal ini dikarenakan usia pembuatannya di tahun 1915 dan karang yang tumbuh menutupi badan kapal.
Melihat ikan karang cantik di sekitar kapalMelihat ikan karang cantik di sekitar kapal (dok Kemenko Maritim)
Traveler yang mau diving ke sini disarankan untuk memakai guide karena akan lebih aman. Harga sewa scuba set ditambah guide adalah Rp 500.000 sekali penyelaman untuk pemula yang tidak memiliki lisensi. Kalau yang sudah punya lisensi akan dikenakan biaya Rp 400.000 untuk sekali penyelaman. Kalau mau sewa scuba setnya saja hanya Rp 250.000 per orang.

Kalau biasanya diving harus sewa kapal untuk sampai ke tengah laut, di Tulamben tidak perlu. Karena bentuk pantai ini adalah tanjung, maka penyelaman akan melalui tepi pantai atau disebut beach entry.

Para turis biasanya akan melakukan penyelaman di pagi hari. Selain lebih terang akan lebih banyak ikan karang yang ditemui. Contohnya saja Bumphead dan Black Clown Fish. Tapi tidak sedikit juga traveler yang melakukan penyelamanan di malam hari.

Jadi jika kalian gemar diving, cobalah mampir ke Tulamben di Bali untuk melihat kapal karam U.S.A.T Liberty. (bens – sisidunia.com)