sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Polisi Terima Laporan Upaya Makar pada Demo 2511 Dan 212

Polisi Terima Laporan Upaya Makar pada Demo 2511 Dan 212



Jakarta – Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai upaya pemakzulan atau makar dalam unjuk rasa. “Kami sudah mulai penyelidikan,” ucap Ari di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 23 November 2016.

Polisi Terima Laporan Upaya Makar pada Demo 2511 Dan 212

Ari enggan membeberkan identitas pelapor. Dia berujar, laporan itu berhubungan dengan Pasal 204 dan 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pasal itu mengenai penghinaan terhadap penguasa atau badan umum.

Menurut Ari, dalam rencana demonstrasi 25 November itu, jelas terjadi upaya makar. “Itu jelas nyata, semua bisa melihat, semua bisa mendengar. Tapi kan tetap prosesnya sama. Kami melakukan penyelidikan dulu,” ujarnya.

Pada Senin lalu, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengendus upaya makar dari sejumlah kelompok masyarakat terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo. Indikasinya, ada pertemuan-pertemuan beberapa tokoh untuk menggerakkan massa dan melakukan makar dalam demonstrasi besar-besaran di gedung Dewan Perwakilan Rakyat pada 25 November mendatang. “Oleh karena itu, kami melakukan pencegahan dengan memperkuat pengamanan di gedung MPR/DPR,” tutur Tito.

Baca juga : Curiga Ada Agenda Lain Dalam Demo 2 Desember, Kapolri Minta Penjelasan Tokoh Masyarakat

Menurut Tito, aksi demo yang akan dilaksanakan pada 25 November dan 2 Desember mendatang itu bukan semata-mata menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ditahan karena perkara penistaan agama. Ada agenda terselubung dari kelompok tertentu untuk menggulingkan pemerintah Presiden Joko Widodo. Skenarionya, para pendemo akan merangsek masuk dan “menguasai” gedung DPR.
(Muspri-sisidunia.com)