Home » Gaya Hidup » Istilah Keperawanan Dalam Kebudayaan Timur

Istilah Keperawanan Dalam Kebudayaan Timur



Jakarta – Keperawanan masih dianggap penting dalam kebudayaan timur. Mengetahui keperawanan dapat digambarkan melalui dua cara, yakni secara fisik dan nilai kejujuran. Apakah dapat kembali jika keperawanan sudah hilang?

Istilah Keperawanan Dalam Kebudayaan Timur

Istilah perawan yang merujuk pada nilai kejujuran dapat diartikan bahwa gadis tersebut belum pernah berhubungan intim. Jika sudah pernah berhubungan seksual, jelas dapat diartikan bahwa gadis itu sudah tidak perawan lagi.

Baca juga : Demi Cita-citanya, Gadis 19 Tahun Ini Lelang Keperawanannya di Internet

Dalam kondisi ini, tidak ada pil atau obat herbal lain yang dapat mengembalikan keperawanan. Jika pengakuan seorang gadis belum pernah berhubungan intim, maka dia sudah merusak esensi dan nilai kejujuran perihal keperawanannya.

Kemudian istilah perawan juga dapat dimaknai secara fisik. Di mana seorang wanita memiliki selaput dara pada alat kelamin. Sobeknya selaput dara dapat disebabkan banyak faktor, entah pernah berhubungan seks atau bahkan karena kecelakaan dan hal-hal tak terduga lainnya.

Seorang ahli bedah plastik dapat merekonstruksi selaput dara agar kembali seperti semula. Meski demikian, hal itu tidak dapat membuat seorang gadis jadi ‘perawan’ lagi (jika kenyataannya Anda pernah berhubungan intim).

Meski pasangan Anda kelak bisa ditipu dengan keadaan tersebut. Namun dalam lubuk hati terdalam, pasti ada yang mengganjal dan ditutup-tutupi.

Maka dari itu hargailah nilai-nilai kejujuran seperti halnya yang budaya ketimuran yang berlaku. Tak perlu malu mengungkap kejujuran pada (calon) pasangan dan segera rajut kehidupan bahagia bersama pasangan yang bisa terima Anda apa adanya. Dikutip dari laman Mentalhelp. (bens – sisidunia.com)