sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Bocah 4 Tahun Tewas Akibat Disiksa Oleh Ibu Kandungnya

Bocah 4 Tahun Tewas Akibat Disiksa Oleh Ibu Kandungnya



Palembang – Seorang bocah, Aditya Fadilah (4) tewas diduga disiksa oleh ibu kandungnya. Penyiksaan tersebut diketahui telah berlangsung selama tiga bulan.

Bocah 4 Tahun Tewas Akibat Disiksa Oleh Ibu Kandungnya

Aditya merupakan buah pernikahan Siskwa Nopriana (23) dengan Salbani (30), warga Jl Lubuk Bakung, Kecamatan Ilir Barat, Palembang, Sumatera Selatan. Buah hati mereka meregang nyawa karena ulah sang ibu kandungnya yang kerap melakukan penyiksaan kepada Aditya.

Sikap kasar sang ibu itu tidak terlepas karena sering bertengkar dengan suaminya. Setiap kali pasangan suami istri bertengkar dalam rumah tangga, sang ibu melampiaskan emosinya kepada anaknya.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Siska, setiap habis bertengkar dengan suaminya, anaknya menjadi sasaran kemerahannya,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Maruly Pardede, Selasa (22/11/2016).

Pasangan suami istri ini, sekitar lima bulan silam, katanya, sudah sempat pisah ranjang. Istri kembali ke keluarganya. Belakangan keduanya rujuk kembali. Walau keduanya rujuk kembali dengan niat untuk tetap langgeng dalam berumah tangga, sepertinya belum membuahkan hasil.

Maruly mengatakan, setiap usai bertengkar, saat suami tidak berada di rumah, Aditya menjadi tempat pelampiasan kemarahan ibunya. Karena pertengkaran terjadi hanya persoalan sepele, yakni jika Aditya menangis.

“Jadi setiap habis bertengkar, tersangka menganiaya anaknya sendiri. Sekujur tubur korban terdapat banyak bekas tusukan. Badannya membiru dan lebam-lebam. Bocah ini juga kurus karena 3 bulan terakhir sejak pasangan ini rujuk, sepanjang itu mengalami penganiayaan,” kata Maruly.

Buntut dari kekejaman ibunya, saat Aditya ditendang di bagian ulu hatinya kemudian ia meninggal, Senin (21/11/2016). Tadi pagi, bocah malang itu dikebumikan pihak keluarga. (bens – sisidunia.com)