sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Mulai Menemukan Titik Terang, Polisi Menetapkan Tujuh Tersangka Bom Gereja Samarinda

Mulai Menemukan Titik Terang, Polisi Menetapkan Tujuh Tersangka Bom Gereja Samarinda



Samarinda – Tim Laboratorim Forensik Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (14/11).

Mulai Menemukan Titik Terang, Polisi Menetapkan Tujuh Tersangka Bom Gereja Samarinda

Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya dibantu personel Inafis Polda Kaltim membawa sejumlah benda terkait ledakan bom di Gereja Oikumene .

Kasus peledakan bom molotov di depan gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur yang terjadi pekan lalu mulai menemui titik terang. Dalam sepekan melakukan penyidikan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus itu.

Ketujuh tersangka tersebut adalah J, S, JS, F, AD, GAP, dan RPP. J atau Juhanda merupakan pelaku yang meledakkan bom di depan gereja. Adapun pelaku lainnya pernah diperiksa di Polresta Samarinda sebagai saksi.

Menurut Kepala Polda Kaltim Irjen Pol Safaruddin penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari penyidikan terhadap Juhanda.

“Ketujuh orang ini terlibat mulai dari perencanaan, kemudian pembuatan bom, membeli bahan-bahan, melaksanakan, mengeksekusi, dan seterusnya. Sebelumnya dilakukan pelatihan-pelatihan bagaimana untuk merakit itu,” kata Safaruddin.

Semua tersangka itu langsung dibawa ke Jakarta untuk ditangani Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

“Nanti Densus 88 di Jakarta akan mengembangkan lagi karena masih ada yang harus kita lakukan langkah-langkah pengembangan terhadap masalah ini,” kata dia.

Baca juga : Kapolres Samarinda : Pelaku Bom di Depan Gereja Oikumene Berkaos Jihad

Kejadian ini menyebabkan lima balita terluka, empat di antaranya menderita luka bakar serius dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah IA Moeis Samarinda Seberang. Empat korban terluka yang dirawat di RSUD IA Moes itu yakni Intan Olivia Marbon (2,5), Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4), Triniti Hutahaya (3) serta Anita Kristabel Sihotang (2).

Senin (14/11/2016) korban bernama Intan Olivia meninggal akibat mengalami luka bakar hingga 78 persen dan pembengkakan paru-paru akibat menghirup asap saat terjadi ledakan.
(Muspri-sisidunia.com)