sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Sport » Manfaatkan Hari Libur Bertanding, Curry Kunjungi Anak Penderita Leukimia

Manfaatkan Hari Libur Bertanding, Curry Kunjungi Anak Penderita Leukimia



Jakarta – Di sela-sela hari liburnya, point guard Golden State Warriors, Stephen Curry, menggunakannya untuk mengunjungi seorang anak pengidap leukimia. Brody Stephens adalah penggemar basket berat yang tengah berjuang untuk mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup.

Manfaatkan Hari Libur Bertanding, Curry Kunjungi Anak Penderita Leukimia

Brody juga merupakan seorang penggemar dari Curry. Keluarganya sempat menuliskan di laman GoFundMe, agar diberi kesempatan bertemu pemain idolanya itu. RS Riley juga memasangkan sarung bantal dan selimut bergambarkan Stephen Curry demi membangkitkan semangatnya untuk sembuh.

“Brody adalah seorang anak berusia 7 tahun yang berjuang untuk leukimia kedua kalinya. Ia berhasil mengalahkan AML pada usia 18 bulan. Pada usia 4 tahun 11 bulan ia kembali didiagnosa terkena ALL Leukimia. Brody sudah berada di rumah sakit sejak Desember 2015, dan telah melakukan banyak kemoterapi. Ia kini sedang mempersiapkan diri untuk operasi transplantasi tulang sumsum. Ia adalah penggemar berat basket dan sepakbola, mimpinya adalah ingin bertemu Stephen Curry,” tulis pada laman donasi Brody dilansir dari Foxsport.

Tentunya Brody Stephens akan semakin bersemangat menjalani hidupnya, sebab wujud asli dari gambar di sarung bantal dan selimutnya berubah menjadi kenyataan. Curry menjenguknya untuk memberikan hiburan, sekaligus memberi beberapa merchandise seperti memberikan foto, bola basket, dan bertukar jersey yang tentunya sudah dibubuhi tanda tangannya sekaligus.

Baca juga : Berita Bola : Guardiola Tak Pernah Membatasi Pemainnya Berhubungan Intim

Untuk mengurangi rasa jenuhnya, Brody Stephens juga diberikan kesempatan oleh pihak Rumah Sakit untuk bermain basket, setidaknya dengan men-driblle bola dalam sebuah lorong. Hal ini tentu menunjukkan juga, jika tidak ada yang bisa menghalangi Brody untuk bermain basket, termasuk sakit yang mematikan sekalipun.
(Muspri-sisidunia.com)