sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Isu Aksi 2 Desember Akan Digelar, Transjakarta Akan Beroperasi Seperti Biasa

Isu Aksi 2 Desember Akan Digelar, Transjakarta Akan Beroperasi Seperti Biasa



Jakarta – TransJakarta akan beroperasi normal saat damai 2 Desember digelar. TransJakarta memiliki jaringan untuk mengatur pengalihan agar operasi tak terganggu.

Isu Aksi 2 Desember Akan Digelar, Transjakarta Akan Beroperasi Seperti Biasa

“Sebagai pelayanan publik, pada saat demo 2 Desember kami akan jalankan operasi terus,” kata Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).

Budi menjelaskan, pada aksi damai 4 November, TransJakarta bisa mencari jalan keluar meski koridor I yang melewati Tosari hingga Harmoni lumpuh. TransJakarta melakukan pengalihan jaringan, sehingga pengguna jasa bisa mencapai halte Harmoni.

Menurut Budi, PT TranJakarta akan memutar otak untuk mencari jalan keluar agar aktivitas di koridor I tak putus. Apalagi, koridor I dengan rute Blok M-Kota adalah tulang punggung utama jaringan TransJakarta. TransJakarta memiliki 12 koridor dari 15 koridor utama yang saling berintegrasi. Budi yakin, jaringan yang dimiliki dapat dimanfaatkan dalam kondisi yang terdesak.

“Kita punya jaringan yang bisa kita manfaatkan betul, yang kita harapkan adalah bagaimana hambatan di satu tempat bisa ditanggulangi dari tempat lain,” kata dia.

Baca juga : Pemerintah DKI Luncurkan Transjakarta Cares Khusus Untuk Penyandang Disabilitas

Aksi damai 2 Desember adalah aksi lanjutan yang akan dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNP MUI) bersama organisasi masyarakat lain. Aksi ini akan berpusat di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan M. H. Thamrin, dan berpusat di Bundaran Hotel Indonesia.

Tujuan aksi tersebut meminta kepolisian menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu telah ditetapkan sebagai tersanga pada 16 November lalu.
(Muspri-sisidunia.com)