sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Anies Telah Punya Cara Jitu Untuk Atasi Kemacetan di DKI

Anies Telah Punya Cara Jitu Untuk Atasi Kemacetan di DKI



Jakarta – Bila terpilih sebagai gubernur dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan akan menangani kemacetan Jakarta yang menjadi salah satu prioritasnya.

Anies Telah Punya Cara Jitu Untuk Atasi Kemacetan di DKI

“Kemacetan harus segera diselesaikan. Salah satunya dengan membangun sistem transportasi umum yang terpadu dalam bentuk interkoneksi antarmoda,” kata Anies melalui siaran persnya diterima di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Baca juga : Anies Temui Guru Silat Prabowo Minta Doa Restu

Anies mengatakan, kemacetan di Jakarta merupakan salah satu permasalahan yang cukup serius. Kemacetan masih terus terjadi meskipun pembangunan fisik dan berbagai kebijakan terus dilakukan.

Menurut perhitungan mikro yang diterima tim Anies, calon wakil gubernur Sandiaga Uno, Jakarta kehilangan Rp28 triliun setiap tahun akibat kemacetan yang tidak kunjung diselesaikan.

Karena itu, permasalahan kemacetan di Jakarta harus diselesaikan sebelum menimbulkan kerugian lebih banyak.

“Model manajemen layanan tranportasi umum juga harus diperbaiki sehingga setiap warga dapat mengakses dengan mudah dan murah. Caranya dengan memadukan transportasi massal dengan permukiman-permukiman penduduk, aktivitas publik dan moda transportasi umum dari luar Jakarta,” tuturnya.

Anies mengatakan, kemacetan di Jakarta sangat berpengaruh pada harga kebutuhan pokok di pasar karena distribusinya terganggu. Kemacetan juga menimbulkan dampak psikologis terhadap warga Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 diikuti tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN; Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS. (bens – sisidunia.com)