sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Mewah Tewas Di RS

Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Mewah Tewas Di RS



Medan – Pelaku spesialis pembobol rumah mewah telah ditembak mati polisi,mewah yang ditinggal penghuninya di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Polisi terpaksa melakukan hal tersebut karena pelaku melakukan perlawanan.

Pelaku Spesialis Pembobol Rumah Mewah Tewas Di RS

“Pelaku bernama Marulam (40), warga Medan. Dia merupakan DPO Polrestabes Medan,” kata Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hendra dalam keterangannya, Minggu (20/11/2016).

Baca juga : Akibat Ibunya Dipindahkan Tugas, Seorang Pemuda Melempari Sekolahan

Hendra mengatakan, pihaknya melakukan tindakan tegas terukur tersebut pada Minggu (20/11) pagi pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, polisi mengetahui keberadaan pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Kemudian kita menuju ke sebuah lokasi. Di sana benar ada pelaku, seterusnya dilakukan penangkapan. Namun, pelaku mencoba melarikan diri dengan menabrakkan mobilnya ke mobil polisi dengan maksud ingin melarikan diri. Akhirnya kita dapat menangkap pelaku,” sambungnya.

Polisi yang melakukan penangkapan kemudian melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya. Salah satunya petugas mendatangi sebuah rumah yang beralamat di Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut.

Saat melakukan pengembangan dengan membawa serta pelaku, tiba-tiba pelaku melakukan perlawanan kepada petugas dengan melepas borgol dan menyikut pipi kiri seorang personel kepolisian yang mengawalnya.

“Kemudian pelaku melarikan diri sehingga petugas melakukan tembakan peringatan. Namun, tak diindahkan setelah itu dilakukan penembakan dan mengenai punggung tembus ke dada kanan pelaku,” ujar Hendra.

Pelaku yang roboh kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan. Namun, pelaku meninggal dunia setelah sampai di rumah sakit.

“Dia ini melakukan aksinya di sejumlah tempat yang ada di Medan. Tercatat, salah satu aksi pelaku yakni pada bulan Juli di Jalan Setia Budi di rumah Hakim Tinggi. Jadi, teman-teman pelaku yang lain yang sudah tertangkap telah menjalani hukuman,” tutup Hendra.

(bens – sisidunia.com)