sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Menteri PAN RB Ajukan Wacana PNS Tetap Kerja Di Hari Sabtu dan Minggu

Menteri PAN RB Ajukan Wacana PNS Tetap Kerja Di Hari Sabtu dan Minggu



Surabaya – Pemerintah tampaknya benar-benar ingin meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Buktinya, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengakui saat ini sedang mengkaji kebijakan untuk meniadakan hari libur bagi PNS pada hari Sabtu dan Minggu.

Menteri PAN RB Ajukan Wacana PNS Tetap Kerja Di Hari Sabtu dan Minggu

Asman mengungkapkan, kebijakan itu memang bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan publik, sehingga pelayanan kepada masyarakat sebaiknya tidak boleh berhenti, walaupun saat hari libur.

“Kami akan kaji untuk Sabtu dan Minggu akan tetap bekerja, karena pelayanan publik memang tidak boleh berhenti,” kata Asman di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat 18 November 2016.

Asman mengatakan, kebijakan itu sebenarnya sudah berjalan pada sejumlah bank. Bank-bank tersebut tetap memberikan pelayanan meskipun pada hari Sabtu dan Minggu.

“Nah, kami juga ingin menerapkannya pada pelayanan publik juga, sehingga masyarakat semakin puas terhadap pelayanan ini,” ujar Asman.

Meski demikian, Asman meminta agar para PNS juga tidak malas saat memberikan pelayanan kepada masyarakat di hari Sabtu dan Minggu. Sebab, akan ada tunjangan kinerja bagi mereka yang rajin bekerja.

“Bagi yang malas dan rajin bekerja tentu akan berbeda tunjangannya, dan itu mudah sekali diketahui lewat laporan yang masuk,” terang politikus PAN ini.

Baca juga : KPK Sarankan Kenaikan Gaji PNS Hingga Presiden Untuk Mencegah Tindakan Korupsi

Tak hanya itu, jumlah PNS dalam suatu wilayah jika dinilai berlebih maka akan dilakukan mutasi ke wilayah lain yang kekurangan. Asman Abnur mengatakan distribusi pegawai dilakukan karena ada beberapa daerah yang kelebihan. Bahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dihabiskan untuk membayar pegawai.

“Ada beberapa daerah yang sudah berlebih pegawainya, belanja pegawainya di atas 60 persen. Nah jadi kita targetkan yang berlebih ini, kita usahakan me-redistribusi ke daerah lain,” kata Asman.
(Muspri-sisidunia.com)