sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Dugaan Kasus Penistaan Ahok Menjadi Sorotan Dunia

Dugaan Kasus Penistaan Ahok Menjadi Sorotan Dunia



Jakarta – Bareskrim Mabes Polri menetapkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama telah menyita perhatian media-media di dunia, Rabu (16/11/2016) kemarin. Beberapa diantaranya juga menyebutkan pertaruhan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus ini.

Dugaan Kasus Penistaan Ahok Menjadi Sorotan Dunia

Kantor berita The Associated Press dan suratkabar terkemuka The Washington Post, Amerika Serikat, mengatakan penetapan sebagai tersangka ini menjadi semacam “hadiah” bagi para pesaing politisi lawan Ahok menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Baca juga : Tanggapi Kasus Ahok, Soleh Solihun : “Umat Beragama Jangan Terlalu Sensitif”

“Di antara mereka adalah putra mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yudhoyono sudah memicu kontroversi dengan menyerukan penangkapan Ahok dan mengatakan dia mendukung demonstrasi 4 November,” tulis The Washington Post.

(Among them is the son of Susilo Bambang Yudhoyono, a former president. Yudhoyono courted controversy by calling for Ahok’s arrest and saying he supported the Nov. 4 protest.)

Media Inggris The Guardian kurang lebih mengatakan hal yang sama.

“Pertaruhan politik dalam pemilihan gubernur ini sangat tinggi, dengan hadirnya para pemain politik besar di belakang tiga pasang kandidat, termasuk mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang putranya, Agus, ikut pemilihan,” tulis The Guardian.

(The political stakes for the gubernatorial race are high, with big political players backing the three pairs of candidates, which include former president Susilo Bambang Yudhoyono, whose son Agus is running.)

Media ini seperti mengingatkan bahwa dulu naiknya Ahok sebagai gubernur ibu kota negara dipandang sebagai simbol kemajuan dan pluralisme bangsa ini, karena sang gubernur seorang Kristen dan keturunan Tionghoa, sehingga mewakili dua kelompok minoritas sekaligus.

“Di negara di mana 90% dari 240 juta lebih rakyatnya adalah penganut Islam, moto negara ini adalah Bhinneka Tunggal Ika, atau berbeda-beda tetapi tetap satu,” kata The Guardian.

(In a country where 90% of its more than 240 million people follow Islam, the national motto is, Bhinneka Tunggal Ika, or unity in diversity.)

Jaringan televisi Qatar, Aljazeera, menulis berita dengan judul “Gubernur Jakarta yang Kristen, Purnama, terjerat kasus penistaan agama.”

(Jakarta’s Christian governor Purnama in blasphemy row.)

Reporter Aljazeera menulis bahwa Polri sangat berhati-hati menangani kasus ini, dan karena tidak ditemukan konsensus dalam gelar perkara, maka diputuskan biar hakim di pengadilan yang memutuskan apakah Ahok menista agama atau tidak. Dengan kata lain, Ahok menjadi tersangka.

“Purnama telah meminta maaf atas ucapannya di bulan September, dan mengatakan dia hanya mengkritik lawan politiknya, bukan Alquran,” tulis Aljazeera.

Media Australia ABC bahkan membuat liputan khusus tentang kasus ini, lengkap dengan video yang salah satunya memuat wawancara eksklusif dengan Ahok.

Dalam wawancara berbahasa Inggris itu, Ahok mengatakan dia tidak keberatan menjadi tersangka dan justru ingin mengungkap semuanya di pengadilan.

“Saya perlu ke pengadilan untuk membuktikan bahwa ini semua hanyalah politik, bukan soal hukum,” kata Ahok kepada ABC.

Ahok juga mengatakan bagaimana mungkin dia menghina Islam kalau dia tahu 85% pemilihnya adalah Muslim.

Penetapan Ahok sebagai tersangka juga diberitakan media negara-negata tetangga, yakni The Bangkok Post dan Channel News Asia (Singapura). (bens – sisidunia.com)