sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Politisi Gerindra Menyebut Penolakan Warga Terhadap Ahok Adalah Hak Publik

Politisi Gerindra Menyebut Penolakan Warga Terhadap Ahok Adalah Hak Publik



Jakarta – Kampanye Cagub cawagub petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat kerap mendapat penolakan dari sekelompok orang tidak dikenal. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, punya saran kreatif untuk Ahok. Apa itu?

Politisi Gerindra Menyebut Penolakan Warga Terhadap Ahok Adalah Hak Publik

“Kami juga enggak tahu kalau Ahok bakal ditolak dan itu hak publik juga,” kata Taufik di posko pemenangan Anies-Sandiaga, Jl Cicurug Nomor 6, Menteng, Jakarta, pada Rabu 16 November 2016.

Taufik kemudian memberikan usulan kepada Ahok. “Saya kira kalau pihak kami ditolak dalam satu wilayah, Undang-undang menawarkan dalam bentuk lain, jadi kreatif. Misal ditolak kenapa nggak bikin kampanye tertutup, di ruangan, 1.000 orang misalnya, orang diundang kalau orang diundang kan sudah punya hati kan, kampanye tertutup, dialogis,” papar Taufik yang partainya mengusung cagub cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini di Pilkada DKI Jakarta.

Kampanye pasangan Ahok dan Djarot ditolak di sejumlah wilayah. Terakhir, blusukan Ahok ditolak sekelompok orang di Gang Mandiri, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa 15 November 2016 sekitar pukul 15.00 WIB. “Ini kita mau ninjau muka penolakan. Mukanya kayak apa. Kita lihat aja dulu,” kata Ahok.

Baca juga : Ruhut Tertawa Melihat Kelakuan Oknum Warga Yang Menolak Ahok

Tidak hanya Ahok, blusukan Djarot juga jadi sasaran penolakan sekelompok orang. Djarot didemo saat mengunjungi Mampang, Jakarta Selatan dan Kelurahan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Padahal, kehadiran Djarot disambut baik warga setempat. Warga bahkan menyebut pendemo tersebut bukan warga dari wilayah itu.

“Enggak (khawatir), tadi saya sampaikan bahwa kami ini dijamin undang-undang. Sama sekali tidak takut,” kata Djarot.
(Muspri-sisidunia.com)