sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pengakuan Mengejutkan Dari Sang Anak Pasca Ditetapkannya Ahok Sebagai Tersangka

Pengakuan Mengejutkan Dari Sang Anak Pasca Ditetapkannya Ahok Sebagai Tersangka



Jakarta – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan obrolan dengan anaknya pasca-ditetapkan tersangka. Obrolan dengan putra sulungnya, Nicholas Sean Purnama tersebut diungkapkan saat bertemu sejumlah warga di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Pengakuan Mengejutkan Dari Sang Anak Pasca Ditetapkannya Ahok Sebagai Tersangka

“Saya ngobrol sama anak saya, di kampus pada tanya ke anak saya. Katanya, kenapa papamu jadi tersangka? Gimana perasaanmu?” ujar Ahok menirukan ucapan anaknya.

Ahok meminta ketiga anaknya yakni Nicholas, Tania dan Daud bangga karena ayahnya menegakkan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Saya bilang sama mereka bertiga, kalian harus bangga! Kalau ada yang bully, kalian harus bilang, ‘kami bangga papa tersangka bukan karena koruptor. Papa kami lagi menegakkan NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.

Merespons hal itu Ahok mengakui, putri keduanya hanya diam saja, sedangkan putra bungsunya terkantuk-kantuk.

Ahok mengatakan, anaknya juga sempat bertanya soal pengajuan praperadilan. “Papa kenapa tidak mau praperadilan biar cepat masuk ke pengadilan, biar semua nonton apakah saya punya maksud, niat, catatan menista, menghina agama?” kata dia.

Baca juga : Merasa Bingung Dan Curhat, Kakak Angkat Ahok Hanya Mampu Melakukan Ini

Basuki juga menegaskan, dirinya tidak bermaksud menghina Alquran dan umat Islam. Apalagi sejak kecil dia tinggal di Belitung Timur dimana 93 persen warganya muslim. Tidak hanya itu, Ahok juga memiliki orangtua angkat muslim, termasuk saudara dan sepupunya. “Jadi bagaimana mungkin kita hina Islam? Saya bilang sama anak saya kita harus bangga. Terus anak saya bilang, ‘iya kita jadi patriot ya, Pa?” pungkasnya.

Basuki mengatakan, proses hukum yang dijalaninya merupakan suatu hal yang baik. Terlepas hal itu, hal paling utama adalah saat pencoblosan Pilgub DKI 15 Februari 2017 nanti, masyarakat diharapkan memilih nomor dua. “Kita harus satu putaran,” pungkasnya.
(Muspri-sisidunia.com)