sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Eks Kader Demokrat Menilai Penetapan Ahok Tersangka Membuat Politik Semakin Panas

Eks Kader Demokrat Menilai Penetapan Ahok Tersangka Membuat Politik Semakin Panas



Jakarta – Penetapan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka kasus penodaan agama, ditanggapi oleh mantan kader Partai Demokrat Tridianto. Menurutnya, hal itu merupakan peristiwa hukum dan politik yang sangat besar dan penting di tanah air.

Eks Kader Demokrat Menilai Penetapan Ahok Tersangka Membuat Politik Semakin Panas

Penetapan Ahok sebagai tersangka, kata dia, menjadi bukti terakomodasinya aspirasi kelompok umat Islam yang menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada 4 November lalu. “Tapi sebetulnya kalau saya menilai, secara politik ini lebih merupakan kemenangan Pak SBY (Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono, red). Ancaman Pak SBY bahwa demo akan terus berlangsung sampai Lebaran Kuda, berhasil,” kata Tridianto, Rabu (‎16/11/2016).

‎Tri pun memandang bahwa dalam hal ini SBY untuk sementara berhasil memenangkan pertarungan. Hal itu jika melihat kenyataan yang ada sekarang ini.

Lebih jauh, dia menyebut bahwa tak tertutup kemungkinan SBY akan mengalahkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam panggung pertarungan politik di pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. “Jadi, sekarang tergantung bagaimana Pak Jokowi dan Bu Mega mengambil langkah-langkah untuk bisa membendung Pak SBY. Bisa diduga politik akan makin panas,” tutupnya.

Efek penetapan tersangka kasus dugaan penistaan agama terhadap Basuki Tjahaja Purnama mengundang komentar sejumlah pihak. Termasuk calon Gubernur DKI Jakarta Agus Hiramurti Yudhoyono.

Baca juga : Mantan Kader Demokrat Menilai Tim Kampanye Anies Kalah Kreatif Dibanding Milik Agus

Dia menilai, penetapan pria yang akrab disapa Ahok sebagai tersangka tidak memberikan keuntungan politik terhadap dirinya. “Saya tidak pernah melihat itu. Sekali lagi, saya tidak pernah berupaya mendompleng terhadap isu tertentu, termasuk isu terakhir (penetapan tersangka) ini,” ujarnya di sela-sela blusukannya di Pasar Jangkrik, Kayu Manis, Jakarta Timur, Rabu (16/11/2016).

Agus pun berdalih tidak akan memanfaatkan status tersangka pesaingnya itu untuk menang di Ibu Kota dan mengaku lebih baik menang dengan mengambil hati masyarakat. “Karena saya ingin fokus upaya kami. Karena itu lebih penting khususnya apa yang sudah kami kerjakan. Dan terlebih mendekatkan diri lagi kepada masyarakat,” ucap putra sulung Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono itu.
(Muspri-sisidunia.com)