sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Bejat, Guru Di Situbondo Hanya Beri Uang Rp 2000 Usai Gagahi Siswinya

Bejat, Guru Di Situbondo Hanya Beri Uang Rp 2000 Usai Gagahi Siswinya



Situbondo – Oknum guru di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Arjasa dilaporkan ke Polres Situbondo karena kasus pencabulan. Empat siswi di sekolah tersebut melaporkan oknum guru mereka ke mapolres. Empat siswi yang datang ke polres bersama orang tua masing-masing.

Bejat, Guru Di Situbondo Hanya Beri Uang Rp 2000 Usai Gagahi Siswinya

Keempat siswi adalah LA, 9; LR, 8; SM, 8; dan TK, 8. Sementara itu, oknum guru yang dilaporkan berinisial HM, warga Arjasa. Terlapor disebut-sebut sebagai guru matematika di SDN di Kecamatan Arjasa.

Pencabulan tersebut diduga sudah terjadi cukup lama pada waktu dan hari yang berbeda-beda. Keempat siswi mengakui, modus HM dilakukan setelah semua guru dan siswa sudah pulang. Keempat korban diberi uang jajan Rp 2-12 ribu. Bukan hanya itu, untuk membungkam agar tidak bercerita kepada orang lain, mereka diancam akan dibunuh.

Kasus tersebut akhirnya terbongkar sekitar tiga hari yang lalu setelah HM mencabuli LA. Saat itu, LA yang duduk di kelas IV pulang ke rumahnya sambil menangis. Ketika ditanya bapaknya yang berinisial SY, 35, siswi tersebut mengaku alat vitalnya sakit.

“Dia bercerita kalau anu-nya disogok-sogok (menggunakan alat vital pelaku, Red) guru matematika. Katanya dilakukan di ruang kantor setelah semua guru dan siswa pulang sekolah,” ujarnya.

Mendengar cerita putrinya, SY mengaku tidak terima. Sebelum melapor, SY bertanya kepada sejumlah wali murid yang lain untuk mengetahui apakah ada kejadian serupa seperti yang dialami putrinya. Upaya SY mencari informasi tidak sia-sia. LR, SM, dan TK yang sama-sama duduk dibangku kelas III juga mengalami perbuatan tak senonoh itu.

“Anak saya juga diancam dibunuh bila bercerita kepada orang lain. Tapi, karena dia menangis, saya paksa bercerita. Setelah itu, saya mencari tetangga yang kira-kira sama kasusnya. Selain empat siswi ini, ada lagi, tapi tidak ikut. Bahkan, korbannya masih kelas I,” jelasnya.

Yang dijelaskan SY juga dibenarkan tiga korban lain beserta orang tuanya. Modusnya sama, yaitu dilakukan setelah semua guru dan siswa pulang sekolah. HM memanggil seorang siswi untuk dicabuli di ruang kantor.

Setelah puas dengan apa yang dilakukan, HM kemudian memberikan uang kepada siswi tersebut supaya tidak menceritakan kasus itu kepada orang lain.

“Ya sakit Pak. Saya diancam mau disembelih kalau bercerita kepada Bapak dan Ibu. Habis digitukan sama Pak guru langsung diberi uang. Katanya untuk membeli permen. Saya takut, tidak mau sekolah lagi,” kata LR yang didampingi keluarganya di teras musala mapolres.

Kasatreskrim Polres Situbondo AKP I Gede Lila Buana Arta membenarkan laporan dugaan tindak pidana pencabulan tersebut. Menurut dia, di antara empat siswi yang datang ke polres, baru seorang korban yang melapor. Dia menjelaskan, laporan kasus pelecehan seksual itu akan ditindak-lanjuti dengan memeriksa sejumlah saksi.

“Memang benar ada empat korban dugaan pencabulan yang datang ke polres. Seluruhnya masih dibawah umur. Tapi, yang melaporkan baru satu korban. Saya sudah memerintahkan unit PPA satreskrim untuk segera meminta visum ke RSUD dr Abdoer Rahem,” ucap pria asal Bali tersebut. (bens – sisidunia.com)